Rabu, 30 Januari 2019

Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos

Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos

Jakarta, Fenomena hoax bukanlah hal baru, sejarah dunia pun banyak diisi oleh cerita-cerita yang terbukti hoax di kemudian hari. Dunia sains, dunia militer bahkan dalam urusan agama sekali pun terdapat banyak berita hoax yang bertebaran dari masa ke masa. Dari hoax serius yang mempertaruhkan dan bahkan mengorbankan ribuan nyawa hingga hoax sepele yang sekedar menggelikan para pembaca atau pendengar sebuah cerita. Lucunya, ada hoax menggelikan yang terkadang bisa memicu peperangan antar bangsa.

Lihat Juga : Download Kitab I'anatut Tholibin PDF

Maraknya berita hoax yang akhir-akhir ini melanda dunia media sosial (medsos) kita bukanlah hal baru. Dalam Islam, berita hoax bahkan sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Suasana peperangan yang tidak pasti sering menjadikan berita-berita beterbangan lebih cepat nyaring dari denting pedang dan lebih cepat dari anak panah melesat meninggalkan busurnya. Padahal zaman dulu paling cepat juga orang hanya bisa naik kuda, nggak mungkin juga toh naik anak panah? Apalagi menyalip hoax. (Baca Juga : Download Kitab al-Ahkam al-Suthaniyah al-Mawardi)

Orang-orang Yahudi di Madinah pada zaman Nabi bahkan sudah menampakkan perilaku yang tidak bersahabat dan tidak dapat dipercaya sama sekali. Hoax ini bukan berita, tetapi hoax dalam bentuk sikap. Seorang pendeta Yahudi di Madinah bernama Hushain bin Salam yang masuk Islam setelah menguji Nabi dengan semacam ujian psikotest. Sang pendeta ini adalah orang terpandang dan terkenal pandai dan jujur di lingkungan penduduk Yahudi Madinah.


Lalu Nabi pun melakukan kroscek kepada orang-orang Yahudi lainnya, lucunya, orang-orang Yahudi ini segera menganulir status sosial dan kependetaan Hushain ini. Orang-orang Yahudi mengatakan kepada Nabi, “Engkau pendusta wahai Hushain. Wahai Muhammad, Hushain ini adalah orang yang tidak memiliki kedudukan di sisi kami. Tidak ada kebaikan pada dirinya,” kata mereka kemudian pergi meninggalkan Rasulullah. (Baca Juga : Kitab Tafsir al-Durrul Mantsur Full PDF)

Untung saja Nabi kroscek, iya dong, kalau tidak, apa kata dunia? Betapa cepatnya mereka update dan edit status.

Lihat Juga : MasyaAllah, TGB Menyejukan Dalam Acara QNA Metro TV #TanyaTuanGuru

Contoh berita hoax lainnya yang pernah terjadi dalam sejarah Islam adalah berita tentang tewasnya Sahabat Nabi yang bernama Utsman bin Affan. Saat itu, di tahun keenam Hijriyah, Nabi Muhammad SAW menerima perintah perjalanan umrah. Nabi pun bertolak bersama sekitar 1400-an sahabatnya dari Madinah. Perjalanan ini bukan tanpa tantangan, berombongan di padang pasir melewati beberapa tempat berbahaya dan persimpangan yang biasa dijadikan lahan pembegalan besar-besaran.

Lihat Juga : 3 Makna Cinta Menurut Al-Qur'an

Perjalanan yang panjang di medan gurun membuat seringkali membuat para sahabat hampir-hampir tak kuasa menahan amarah. Perjalanan umrah yang semestinya bertujuan damai pun hampir-hampir diwarnai oleh beberapa pertumpahan darah. Beberapa sahabat mengusulkan kepada Nabi untuk melawan penghadangan-penghadangan dan gangguan-gangguan di perjalanan ibadah mereka. Beberapa orang menghadap Nabi meminta izin untuk melakukan tindakan kekerasan atau tindakan militer. Nggak kebayang kan bagaimana jadinya bila 1400-an orang diizinkan membalas?

So, untung ada seorang sahabat yang sangat bijak bernama Abu bakar yang selalu mengingatkan Nabi, “Ya Rasulullah, engkau keluar untuk melaksanakan umrah, bukan untuk memerangi siapapun. Maka fokuslah untuk itu! Siapa pun yang menghalangi kita dari keinginan itu, maka baru kita perangi mereka.”

Lihat Juga : 3 Pendapat Ulama Tentang Hukum Sunat Bagi Perempuan

Nabi bahkan terpaksa mengubah jalur untuk menghindari pertempuran dan penghadangan dari orang Makkah dan sekutu-sekutu sang kafir Quraisy. Rasulullah berusaha keras agar kedatangannya bersama rombongan ke Makkah dapat diterima dengan baik, bahwa kedatangan mereka bukan untuk berperang. Rasulullah berunding dengan perwakilan Quraisy yang menghadangnya di dekat kota Makkah dan mengutus beberapa orang yang dipimpin sahabat Utsman untuk berunding dengan para pemimpin Quraisy di pusat kota Makkah.

Pada saat-saat genting tidak menentu inilah kabar hoax itu bermula di antara kaum Muslimin. Beredar hoax yang entah diproduksi di mana, bahwa sahabat Utsman telah tewas. Memang utusan sebelum Utsman bernama Khirasy bin Umayyah al-Khuzai telah ditolak dan onta Nabi yang ditungganginya dibunuh. Masih untung penunggangnya dibiarkan pergi. Pengalaman inilah yang membuat rombongan galau tingkat dewa.

Lihat Juga : NU Dan Muhammadiyah - KH. Hasyim Muzadi

Mungkin berdasar hal itu, kepergian Utsman yang cukup lama lalu memunculkan ketidakpastian di hati para sahabat Nabi, hingga mereka pun mudah termakan hoax. Padahal justru sahabat Utsman diterima baik oleh Quraisy Makkah dan bahkan diizinkan untuk melaksanakan ibadah umrah. Akan tetapi Sahabat Utsman menolaknya dengan halus, beliau nggak enak dengan kawan-kawannya, khususnya dengan Nabi yang belum berhasil umrah dalam misi tersebut.

Menyikapi hoax yang semakin memanas ini, Nabi mengambil inisiatif untuk merapatkan barisan. Nabi meminta janji setia kepada para sahabatnya. Di mana inti janji setia ini sungguh sangat memberatkan para pengikut Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Siapa saja yang datang ke Madinah dari kota Makkah harus di kembalikan ke kota Makkah. Siapa saja dari penduduk Madinah yang datang ke Makkah, maka tidak boleh dikembalikan ke Madinah.” Duh, kayaknya nggak adil kan?

Lihat Juga : Strategi Dakwah Sunan Kali Jaga - Dr. H. Fachrudin Faiz

Meski begitu para sahabat tetap patuh, mereka setia pada janji untuk tetap saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Tetapi lihatlah saat ini, saat para ulama sebagai para pewaris Nabi berbeda pendapat, yang kita lihat dan dengar, tidak jarang muncul ungkapan saling menjatuhkan. Celakanya, masing-masing yang berbeda pendapat ini, kita melihat banyak pengikut yang ceroboh. Mereka sibuk dan sangat bersemangat untuk saling serang dan saling menjatuhkan.

Parahnya, saat ini hoax menjadi senjata utama dalam aktifitas para pengikut ini. Hoax menjadi amunisi kekinian yang ditembakkan lewat beragam aplikasi sosial media yang kecepatannya melebihi jet-jet tempur Amerika dan Rusia sekalipun. Lalu akankah kita berharap umat Islam menjadi pemenang dalam percaturan dunia, bila para pengikutnya justru terlibat perang dan saling fitnah? Tentu tidak, dan oleh karena itu kita harus mengakhiri era hoax ini. Kita harus menjadi pribadi yang bijak yang saling menguatkan sesama saudara seiman.

Lihat Juga : Apa Hukum Oral Sex Dalam Islam.? (Menjilati Klitoris Istri)

Perbedaan pendapat bukan pemicu untuk saling menghantam. Perbedaan pendapat mestinya bisa digunakan untuk saling menopang. Lupakah kita pada sabda Nabi, “Seorang Muslim dengan Muslim lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan.” Meski beda pendapat tetap bisa saling menguatkan toh?

*) Syaifullah Amin adalah Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU (/nwk)


Lihat Juga :

Keyword : kasus hoax di indonesia, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, data hoax di indonesia 2019, contoh berita hoax dan faktanya, contoh berita hoax di facebook, berita hoax politik 2019, berita hoax 2019 di indonesia, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, menkominfo, hoax, persentase berita hoax di indonesia, berita hoax 2019 di indonesia, contoh berita hoax dan faktanya 2019, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, contoh berita hoax 2019 di indonesia, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, kumpulan berita hoax 2019, berita hoax politik 2019, data hoax di indonesia 2019, berita hoax indonesia 2019, berita hoax whatsapp, kasus hoax di indonesia, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, data hoax di indonesia 2019, contoh berita hoax dan faktanya, contoh berita hoax di facebook, berita hoax politik 2019, berita hoax 2019 di indonesia, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, menkominfo, hoax, persentase berita hoax di indonesia, berita hoax 2019 di indonesia, contoh berita hoax dan faktanya 2019, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, contoh berita hoax 2019 di indonesia, Hoax di Zaman Nabi Hingga Zaman Medsos, kumpulan berita hoax 2019, berita hoax politik 2019, data hoax di indonesia 2019, berita hoax indonesia 2019, berita hoax whatsapp, 

GUSDUR : Jangan Masuk Islam Karena Politik

GUSDUR : Jangan Masuk Islam Karena Politik

Mengapa dulu Gus Dur semasa memimpin NU sering membela pihak yang didholimi? Mengapa Gus Dur sering membela minoritas dan karenanya beliau sering dimusuhi dan dibenci?

Ketika semua orang Islam, atau setidaknya mayoritas muslimin menghujat Arswendo Atmowiloto, Gus Dur cuek saja dan tidak ikut menghujat. Bahkan “membela” si orang Kristen yang didakwa menista agama tersebut. Dan sikap beliau itu didukung sepenuhnya oleh teman semasa sekolahnya, yaitu KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Menurut beliau berdua, Arswendo Atmowiloto tidak bersalah dan tidak pernah melecehka agama Islam. Justru umat Islam lah yang telah diajak instrospeksi, mengapa ketika diberi pertanyaan survei “Siapakah tokoh idola Anda?”, ternyata mayoritas menjawab Pak Harto, dan yang menjawab Nabi Muhammad sangat sedikit sehingga Rasulullah berada di urutan ke-11 dari hasil survei.

Lihat Juga : 23 Kitab Imam al-Ghazali Free Download PDF

“Nah, wong Pemimpin Redaksi Majalah Monitor bernama Arswendo itu hanya memaparkan hasil survey, kok dituding melecehkan Islam..”

Kala Inul Daratista dimusuhi ramai-ramai oleh ‘umat Islam’, sampai tokoh-tokoh Islam waktu itu menjuluki Inul Daranista, Gus Dur pun datang membela, mengajak umat Islam agar tidak dholim kepada orang kecil semacam penyanyi DangDut asal Jawa Timur itu.

Gus Mus juga menunjukkan pembelaan, bahkan beliau membuat lukisan berjudul Dzikir Bersama Inul, dengan gambar sekelompok orang bersorban sedang duduk melingkar sambil berdzikir, sementara gambar siulet Inul sedang bergoyang ngebor ada di tengah-tengahnya.

Lihat Juga : Pendapat Yang Benar Imam As-Syafi'i Tentang TASAWUF

Demikian pula ketika Ahok hendak nyalon Gubernur di Bangka Belitung dulu, Gus Dur datang dan berkampanye untuk Ahok. Bahkan Gus Dur menurunkan pasukan Banser untuk melindungi Ahok kala diancam akan diserbu kaum muslim puritan.

Lantas ketika Ahok menyatakan akan masuk Islam, dicegah Gus Dur, agar jangan masuk Islam karena politik. Harus benar-benar masuk Islam karena dorongan hati.

Sekarang, ketika Gus Dur sudah tiada, Gus Mus tampil “sendirian”. Beliau beberapa kali mengingatkan agar umat Islam jangan kalap dalam kebencian. Serta merta beliau dimusuhi banyak orang. Lha wong kelompok NU Gagal Lurus saja menuduh beliau liberal kok, tentu bukan barang baru lagi diarani macam-macam.

Lihat Juga : Apa Status Anak Dari Hasil Nikah Mut’ah.?

Dalam hal sikap Gus Dur yang selalu membela pihak yang didholimi, selain karena sikap rahmat beliau yang agung, juga dilandasi pengamalan tasawuf tingkat tinggi, saya setidaknya pernah mendapat penjelasan begini:

“Kang, di setiap situasi, harus selalu menjaga harmoni. Jangan sampai ada kekuatan yang terlalu dominan sehingga bebas berbuat apa saja tanpa kendali. Jangan sampai semua orang kompak menyerang dan memusuhi, tanpa ada penyeimbang. Jika umat Islam begitu semua, maka orang-orang non Islam akan mengira memang begitulah wajah agama Islam. Yaitu suka ngamukan, tidak adil alias dholim pada orang yang lemah, gemar memusuhi dan sewenang-wenang. Nah, dengan adanya sikap berbeda, disimbolkan dengan membela pihak yang sedang didholimi, maka orang non Islam akan tahu bahwa Islam bukan seperti yang tampil di permukaan itu. Bahwa tidak semua umat Islam begitu”.

Nah, ketika jelas bahwa Gus Dur lah yang membela, orang luar akan mengerti bahwa justru mayoritas umat Islam tidak buruk atau jahat begitu rupa. Sebab Gus Dur adalah pemimpin NU dan NU adalah mayoritas.

Maka umat non Islam kembali tenang dan tidak merasa terancam lagi, serta yang lebih penting tidak menilai kaum muslimin sebagai kaum yang bengis bin buas.

Lihat Juga : Apakah Orang Tua Nabi Masuk Neraka.?

Berikutnya, saya tahu sendiri, saya bersaksi bahwa saya beberapa kali bertemu dengan orang-orang Tionghoa atau pribumi yang dulunya non Islam, karena terkesan dengan sikap pembelaan Gus Dur begitu manusiawinya, mereka masuk Islam.

Orang-orang keturunan Tionghoa yang dulu diperas orde baru untuk menyetor uang, serta diperas ororitas oknum gereja, berpindah agama kembali ke nenek moyang yaitu Kong Hu Chu, yang tidak membawa misi memurtadkan muslimin, serta beralih mengalirkan uangnya untuk yayasan-yayasan yatim dan menyediakan sekolah gratis untuk anak-anak miskin dan terlantar.

Meski ada faktanya, saya pun sudah sangat memaklumi, selalu saja ada orang yang melontarkan fitnah, bahwa sekolah Tionghoa adalah kedok misionari. Padahal sama sekali tidak.


Terima Kasih.

Lihat Juga :

Keyword : istilah masuk islam, warga maluku berbondong bondong masuk islam, artis masuk islam, kisah nyata orang kristen masuk islam, ahok jadi mualaf 2018, agama ahok saat ini, ahok puput, alasan ahok tidak pindah agama, ahok menikah, ahok bebas, calon istri ahok, bripda puput, politik islam pdf, pengertian politik islam secara umum, makalah politik islam, politik islam di indonesia, konsep politik islam, buku politik islam, sistem politik islam, kumpulan pertanyaan tentang politik islam, istilah masuk islam, warga maluku berbondong bondong masuk islam, artis masuk islam, kisah nyata orang kristen masuk islam, ahok jadi mualaf 2018, agama ahok saat ini, ahok puput, alasan ahok tidak pindah agama, ahok menikah, ahok bebas, calon istri ahok, bripda puput, politik islam pdf, pengertian politik islam secara umum, makalah politik islam, politik islam di indonesia, konsep politik islam, buku politik islam, sistem politik islam, kumpulan pertanyaan tentang politik islam, istilah masuk islam, warga maluku berbondong bondong masuk islam, artis masuk islam, kisah nyata orang kristen masuk islam, ahok jadi mualaf 2018, agama ahok saat ini, ahok puput, alasan ahok tidak pindah agama, ahok menikah, ahok bebas, calon istri ahok, bripda puput, politik islam pdf, pengertian politik islam secara umum, makalah politik islam, politik islam di indonesia, konsep politik islam, buku politik islam, sistem politik islam, kumpulan pertanyaan tentang politik islam, 

Senin, 28 Januari 2019

Kitab Fathul Izar dan Terjemahan Indonesia (PDF)



Kitab Fathul Izar adalah karya ulama Nusantara, KH. Abdullah Fauzi Pasuruan. Menerangkan tentang perihal nikah dan yang berkaitan dengan hubungan suami-istri. 

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي جل قدره وعز جاره الذي جعل النكاح سببا لبقاء نسل الأنام، ووسيلة الى اشتباك الشعوب والأقوام، والصلاة والسلام على سيدنا محمد المصطفى صاحب العز والصدق والوفا وعلى آله وصحبه الشرف انجوم الهدى والصفا، أما بعد:

فهذه كراسة صغير حجمها لطيف شكلها جليل قدرها عظيم نفعها تشتمل على فوائد مهمة تتعلق ببعض ما للنكاح من الحرث وأسرار أوقاته وتدبيره وما لخلقة الأبكار من العجائب والأسرار جمعتها والتقطتها ونقلتها من فحول العلماء والرجال منهم الله تعالى بنيل الفوز والإفضال سميتها بفتح الإزار في كشف الأسرار لأوقات الحرث وخلقة الأبكار والله تعالى نسأل أن يجعلها نافعة لنا ولإخواننا المسلمين ويجعلها دخيرة لنا ولوالدينا يوم لاينفع مال ولابنون الا من اتى الله بقلب سليم من آفات القلب وسوء الظن. 

إعلم أن النكاح سنة مرغوبة وطريقة محبوبة لأن به بقاء التناسل ودوام التواصل فقد حرضه الشارع الحكيم فقال عز من قائل "فانكحواما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع" الأية وقال "ومن آياته أن خلقلكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة" الأية وقال"وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم ان يكونوا فقراء يغنيهم الله من فضله" الآية ومن إغنائه تعالى لهم ان الرجل قبل دخوله في قيد النكاح له يدان ورجلان وعينان وغيرها من الجوارح بحدتها فقط ولكن كلما دخل فيه صارت تلك الأعضاء تتضاعف ضعفين بزيادة أعضاء زوجته اليها الا ترى ان العروسة اذا قالت للعريس : لمن يداك؟ قال لك واذا قالت له: لمن أنفك؟ قال لك واذا قالت له ايضا: لمن عيناك؟ قال لها مجيبا ومؤنسا: لك وهكذا. وقال صلى الله عليه وسلم يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج الحديث والباءة النفقة الظاهرة والباطنة كما قيل وقال أيضا تزوجوا الولود الودود فإني مكاثر بكم الأمم يوم القيامة الحديث او كما قال وغيرها من الآيات والأحاديث.

بيان الحرث وأسرار اوقات
إعلم أن المقصود الأعظم من النكاح التعبد والتقرب واتباع سنة الرسول وتحصيل الولد والنسل لأن به بقاء العالم وانتظامه وبتركه وإهماله خرابه ودراسه ومعلوم أنه لايحصل الحصاد الا بنثر البذر على الأرض اولا وحرثها وزرعها بطرق وكيفيات معلومة عند الفلاح وانتظار المدد الى بدو الصلاح وكذلك لايحصل الولد والنسل الا ببث بذر الزوج على مزرعته وزرعته التي هي حليله قال تعالى نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم وقدموا لأنفسكم الآية. وسبب نزول هذه الآية ان المسلمين قالوا: انا نأتي النساء باركات وقائمات ومستلقيات ومن بين ايديهم ومن خلفهم بعد ان يكون المأتي واحدا فقالت اليهود ما انتم الا البهائم لكنا نأتهن على هيئة واحدة وانا لنجد في التوراة ان كل اتيان تؤتى النساء غير الإستلقاء دنس عندالله. فأكذب الله تعالى اليهود ففي هذه الآية دلالة على جواز اتيان الرجل زوجته على اي كيفية وحال شاء من قيام وقعود واستلقاء ومن اي جهة شاء من فوق ومن تحت ومن وراء ومن قدام وفي اي وقت شاء في الليل او النهار بعد ان كان في صمام واحد

لكن قال اهل العلم من جامع زوجته في ليلة الجمعة يصير الولد حافظا في كتاب الله تعالى ومن جامع في ليلة السبت يكون الولد مجنونا ومن جامع في ليلة الأحد يكون الولد سارقا لملك غيره اوظالما ومن جامع في ليلة الإثنين يكون الولد فقيرا او مسكينا او راضيا لأمر الله وقضائه ومن جامع في ليلة الثلاثاء يكون الولد بارا للوالدين ومن جامع في ليلة الأربعاء يكون الولد كثير العقل او كثير العلم او كثير الشكر ومن جامع في ليلة الخميس يكون الولد مخلصا في قلبه ومن جامع زوجته مع التكلم يكون الولد أبكم ومن جامع في ظلمة يكون الولد ساحرا ومن جامع مع السراج يكون الولد حسن الصورة  ومن جامع رائيا عورة المرأة يكون الولد أعمى او أعمى القلب ومن جامع سائل الزاد لسفر يكون الولد كاذبا ومن جامع تحت الشجرة المطعوم ثمرها يكون الولد مقتول الحديد او مقتول الغرق او مات في هدم الشجرة 

قال أهل العلم وينبغي للعروس أربعة أشياء أولها أخذ اليدين وثانيها مس صدرها وثالها تقبيل الخدين ورابعها قراءة البسملة عند إدخال الذكر في الفرج وقال صلى الله عليه وسلم من جامع زوجته عند الحيض فكأنما جامع أمه سبعين سنة الحديث او كما قال.

(نفيسة ظريفة) سئل بعض المشايخ عن النعم الدنيا كم هي؟فأجاب بأنها كثيرة لايحصى عددها قال تعالى: وإن تعدوا نعمة الله لاتحصوها ولكنأعظمها انحصر في ثلاثة أشياء: تقبيل النساء ولمسها وإدخال الذكر في الفرج. قال الشاعر في بحر الرجز:
ونعم الدنيا ثلاث تعتبر * لمس وتقبيل وإدخال الذكر
وقال أخر:
نعم الدنيا ثلاث تحصر * دميك كوليت عامبوع كارو بارع تورو

بيان تدبير الحرث
قال الامام العالم العلامة جلال الدين عبد الرحمن السيوطي في الرحمة: إعلم ان الجماع لايصلح الا عند هيجان الشهوة مع استعداد المني فينبغي أن يخرجه في الحال كما يخرج الفضلة الرديئة بالإستفراغات كالمسهلات فان في حبسهعند ذلك ضررا عظيما والمكثر من الجماع لايخفى هرمه سريعا وقلة قوته وظهور الشيبفيه وللجماع كيفية وهي ان تستلقى المرأة على ظهرها ويعلوها الرجل من أعلاها ولا خير في ما عدا ذلك من الهيئات ثم يلاعبها ملاعبة خفيفة من الضم والتقبيل ونحو ذلك حتى اذا حضرت شهوتها اولج وتحرك فاذا صب المني فلاينزع بل يصبر ساعة مع الضم الجيدلها فاذا سكن جسمه سكونا عظيما نزع ومال على يمينه حين النزع فقد ذكروا ان ذلك ممايكون به الولد ذكر ويمسحان فرجهما بحرقتين نظيفتين للرجل واحدة وللمرأة واحدةولايمسحان بحرقة واحدة فان ذلك يورث الكراهة واحسن الجماع ما يعقبه نشاط وطيب نفسوباقى سهوة وشره ما يعقبه رعدة وضيق نفس وموت أعضاء وغشيان وبغض الشخص المنكوح فان كان محبوبا فهذا القدر كاف في تدبير الأصلح من الجماع. 

واداب الجماع ثلاثة قبله وثلاثة حاله وثلاثة بعده اما الثلاثة التي قبله فتقديم الملاعبة ليطيب قلب الزوجة ويتيسر مرادها حتى اذا علا نفسا وكثر قلقها وطلبت إلتزام الرجل دنا منها والثانية مراعاة حال الجماع فلا يأتيها وهي باركة لأن ذلك يشق عليها او على جنبها لأن ذلك يورث وجع الحاصرة ولايجعلها فوقه لأن ذلك يورث الإعتقار بل مستلقية رافعة رجليها فإنه أحسن هيئات الجماع والثالثة مراعاة وقت الجماع اي وقت الإيلاج بالتعويذ والتسمية وحك الذكر بجوانب الفرج وغمز الثديين ونحو ذلك مما يحرك شهوتها وامااللاتي في حال الجماع فأولها كون الجهد برياضة في صمت وتوفق الثانية في التمهل عند بروز شهوته حتى يستوفي إنزالها فإن ذلك يورث المحبة في القلب الثالثة ان لايسرع بإخراج الذكر عند إحساسه بمائها فإنه يضعف الذكر ولايعزل عنها ماءه لأن ذلك يضر بها واما الثلاثة التي بعده فاولها أمر الزوجة بالنوم على يمينه ليكون الولد ذكرا ان شاء الله وان نامت على الأيسر يكون الولد أنثى حسب ما اقتضته التجربة الثانية ان يقول الذكر الوارد عند ذلك في نفسه وهو الحمد لله الذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا. الثالثة الوضوء اذا اراد ان ينام وهو سنة وغسل ذكره اذا اراد ان يعود اليها. 

وذكر عن بعض الثقات ان من قدم اسم الله تعالى عند الجماع اي جماع زوجته و سورة الإخلاص الى آخرها وكبر وهلل وقال بسم الله العلي العظيم اللهم اجعلها ذرية طيبة  ان كنت قدرت ان تخرج من صلبي اللهم جنبني الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتني ثم يأمر الزوجة بالإضطجاع على جنبها الأيمن فإن حملها يكون ذكرا بإذن الله تعالى ان قدر الله تعالى حملها من ذلك الجماع. ولازمت هذا الذكر والصفة فوجدته صحيحا لا ريب فيه و بالله التوفيق اهـ محذوفا بعضه. 

قال بعض المشايخ من اتى زوجته فقال في نفسه حين احس بالإنزال لايدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار وهو اللطيف الخبير يكون الولد ان قدر الله تعالى من ذلك فائقا على والديه علما وشأنا وعملا ان شاء الله تعالى. قال في حاشية البجيرمي على الخطييب (فائدة) رأيت بخط الأزرق عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ان من اراد ان تلد إمرأته ذكرا فإنه يضع على بطنها في أول الحمل ويقول بسم الله الرحمن الرحيم اللهم اني أسمي مافي بطنها محمدا فاجعله لي ذكرا فإنه يولد ذكرا ان شاء الله مجرب اهـ.



بيان أدعية الحرث
قال تعالى وقدموا لأنفسكم الآية اي قدموا ما يدخر لكم من الثواب كالتسمية عند الجماع وطلب الولد، روي أن النبي صلى الله عليه وسلم قال من قال بسم الله عند الجماع فأتاه ولد فله حسنات بعدد انفاس ذلك الولد وعدد عقبه الى يوم القيامة، وقال صلى الله عليه وسلم خياركم خياركم لنسائهم الحديث او كما قال، ولبعضهم فيها ترتيب عجيب وهو أن الرجل اذا اراد ان يجامع زوجته ينبغي ان يقول اولا السلام عليكم يا باب الرحمن فتقول زوجته مجيبة له وعليكم السلام يا سيد الأمين فيأخذ يديها  ويقول رضيت بالله ربا ثم يغمز ثدييها ويقول اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد ثم يقبل ناصيتها قائلا يا لطيف الله نور على نور شهد النور على من يشاء ثم بعد ذلك يميل رأسها  الى الجانب الأيسر ويقول في سمعك الله سميع مقبلا ونافخا أذنها اليمنى نفخا يسيرا ثم يميل رأسها إمالة لطيفة الى الأيمن ويقول ما ذكر في أذنها اليسرى كذلك ثم يقبل عينيها اليمنى فاليسرى قائلا اللهم انا فتحنا لك فتحا مبينا ثم يقبل خديها اليمنى فاليسرى يقول يا كريم يا رحمن يا رحيم يا الله ثم يقبل أنفها قائلا عند ذلك فروح وريحان وجنة نعيم ثم يقبل كتفها ويقول يا رحمن الدنيا يا رحيم الآخرة ثم يقبل رقبتها ويقول الله نور السموات والأرض ثم يقبل ذقنها ويقول نور حبيب الإيمان من عبادك الصالحين ثم يقبل راحتيها اليمنى فاليسرى قائلا عند ذلك ما كذب الفؤاد ما رأى ثم يقبل مابين ثدييها ويقول وألقيت عليك محبة مني ثم يقبل صدرها اليسرى بحذاء قلبها ويقول ياحي يا قيوم ثم يجامع                        

بيان أسرار خلقة الأبكار
قال أهل الفراسة والخبر بالنساء اذا كان فم المرأة واسعا كان فرجها واسعا اذا كان صغيرا كان فرجها صغيرا ضيقا قال من بحر الطويل:
إذا ضاق فم البكر ضاقت فروجها * وكان لفمها شعار لفرجها
وان كانت شفتاها غليظتين كان شفراها غليظتين وان كانتارقيقتين كانتا رقيقتين وان كانت السفلى رقيقة كان فرجها صغيرا وان كان فم المرأة شديد الحمرة كان فرجها جافا عن الرطوبة وان كانت حدباء الأنف فهي قليلة الغرض في النكاح وان كانت طويلة الذقن فإنها فاتحة الفرج قليلة الشعر وان كانت صغيرة الحاجب فإنها غامضة الفرج وان كانت كبيرة الوجه غليظة الضفائر دل ذلك على صغيرة العجيزة وكبير الفرج وضيقه وإذا كثر شحم ظاهر قدمها وبدنها عظم فرجها وكانت مخطوبة عندزوجها واذا كانت ناتئة الساقين في الصلبة فإنها شديد الشهوة لاصبر لها عن الجماع وان كانت عينها كحيلة كبيرة فإنها يدل على ضيق الرحم وصعير العجيزة مع عظم الكتف يدلان على عظم الفرج (نفيسة) قال الحكماء من وجد في المرأة عشرة أوصاف فلا ينبغي أخذها أحدها كونها قصيرة القامة الثاني كونها قصيرة الشعر الثالث رفيعة الجسد الرابع سليط
اللسان الخامس كونها منقطعة الأولاد السادس كونها عندها عناد السابع كونها مسرفة مبذرة الثامن كونها طويلة اليد التاسع كونها تحب الزينة عند الخروج العاشر كونها مطلقة من غيره اهـ.

هذا آخر ما يسر الله تعالى لنا جمعه فلله الحمد  والثناء على كل حال وازكى الصلاة والتسليم على سيدنا محمد ومن والاه خير صحب وآل ونسأل الله ان يوفقنا لصالح الأعمال وان يعم نفع هذه الكراسة الحقيرة لمن هي له من النساء والرجال آمين. قلت كما قال:
أموت ويبقى كل ما قد كتبته * فيا ليت من يقرأ كتابي دعا لي

FATHUL IZAR
Karya: KH. Abdullah Fauzi Pasuruan

 بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي جل قدره وعز جاره الذي جعل النكاح سببا لبقاء نسل الأنام، ووسيلة الى اشتباك الشعوب والأقوام، والصلاة والسلام على سيدنا محمد المصطفى صاحب العز والصدق والوفا وعلى آله وصحبه الشرف انجوم الهدى والصفا، أما بعد:

Kitab ini kecil dan ringkas, tapi high kualitas dan besar manfaatnya. Memuat beberapa faidah penting tentang pernikahan, meliputi senggama, rahasia di balik waktu melakukannya, tatacaranya, serta rahasia dan keunikan penciptaan seorang gadis. Saya menyusun dan mengutip kitab ini dengan mengacu pada teks kitab karanga nulama besar. Semoga Allah melimpahkan anugerah dengan mengaruniai mereka keberuntungan dan keutamaan.

Saya beri judul kitab ini dengan nama “Fathul Izar”, mengupas rahasia di balik waktu senggama serta rahasia di balik penciptaan seorang gadis. Kemudian hanya kepada Allah-lah saya memohon, semoga menjadikannya sebuah kitab yang bermanfaat bagi kami dan kaum Muslimin. Semoga Allah menjadikannya pula sebagai bekal bagi kami serta kedua orangtua kami di hari akhirat, dimana harta dan anak tak lagi berguna kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS. asy-Syu’ara ayat 88-89).


BAB I: ARTI SEBUAH PERNIKAHAN

Ketahuilah, nikah itu suatu kesunnahan (perbuatan) yang disukai dan pola hidup yang dianjurkan. Karena dengan nikah terjagalah populasi keturunan dan lestarilah hubungan antar manusia. Allah Swt. dalam firmanNya telah menganjurkan nikah:

فَانْكِحُوْامَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ

"Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga, atau empat." (QS. an-Nisa’ ayat 3).

وَمِنْ أَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزوَاجًا لِتَسْكُنُوْا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدّةً وَرَحْمَةً

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Ia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. ar-Rum ayat 21).

وَأَنْكِحُوْا اْلأَيامَى مِنْكُم والصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُوْنُوْا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ.

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin maka Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya." (QS. an-Nur ayat 2).

Lihat Juga : Apakah Rebo Wekasan Itu HARI SIAL.?

Diantara bentuk 'kekayaan' yang dikaruniakan Allah kepada mereka ialah, sebelum seorang laki-laki memasuki jalinan pernikahan dia hanya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata dan sebagainya dari anggota tubuhnya yang masing-masing hanya sepasang. Namun ketika ia telah terajut dalam sebuah pernikahan, maka jadilah anggota-anggota tubuh tersebut menjadi berlipat ganda dengan sebab mendapat tambahan dari anggota tubuh isterinya.

Tahukah engkau bahwa ketika pengantin wanita bertanya kepada pengantin pria: “Untuk siapakah tanganmu?” Maka pengantin pria menjawab: “Untukmu." Dan ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: "Untuk siapakah hidungmu?” Maka dia menjawab: "Untukmu." Begitupula ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: "Untuk siapa matamu?” Dengan penuh kasih sayang dia menjawab: "Untukmu."

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَالْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّه أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

Nabi Saw. telah bersabda: “Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu membiayai pernikahan, hendaklah kalian menikah. Karena sesungguhnya nikah itu lebih mampu memejamkan pandangan (dari kemaksiatan) dan lebih menjaga kehormatan."

Yang dikehendaki dengan kata “ba-ah” dalam hadits di atas adalah nafkah lahir maupun batin. Nabi Saw. juga bersabda:

تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإِنِّىْ مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Nikahilah olehmu wanita-wanita yang produktif (beranak) dan yang banyak kasih sayangnya kepada suami. Karena sesungguhnya aku akan berlomba-lomba dengan kalian memperbanyak umat di hari kiamat kelak." Serta masih banyak lagi ayat dan hadits yang lain.




BAB II: SENGGAMA DAN RAHASIA-RAHASIANYA

Ketahuilah bahwa tujuan utama dari pernikahan adalah untuk mengabdi, mendekatkan diri kepada Allah Swt., mengikuti sunnah Rasulullah Saw., dan menghasilkan keturunan. Karena melalui pernikahan kehidupan alam ini akan lestari dan teratur. Dan dengan meninggalkannya berarti sebuah kehancuran dan kemusnahan alam ini.

Hal yang maklum, takkan memanen tanpa menanam benih pada bumi, kemudian mengolah dan merawatnya melalui teori dan teknik pertanian. Dan juga perlu waktu beberapa lama hingga buahnya menjadi siap panen. Begitupula takkan terwujud seorang anak dan keturunan tanpa terlebih dulu memasukkan sperma suami di dalam indung telur isterinya. Allah Swt. berfirman:

نِسَائُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوْا لأَِنْفُسِكُمْ

"Wanita-wanita kamu semua adalah ladang bagimu. Maka datangilah ladangmu itu semaumu dan kerjakanlah olehmu (amal-amal yang baik) untuk dirimu sendiri." (QS. al-Baqarah ayat 223).

Lihat Juga : Penjelasan Tentang Pendapat Rebo Wekasan

Ayat ini turun ketika kaum Muslimin mengatakan bahwa mereka menggauli isteri mereka dengan posisi berlutut, berdiri, terlentang, dari arah depan dan dari arah belakang.

Menanggapi pernyataan kaum Muslimin tersebut kaum Yahudi menyatakan: “Tidaklah melakukan hubungan semacam itu selain menyerupai tindakan binatang, sedangkan kami mendatangi mereka dengan satu macam posisi. Sungguh telah kami temukan ajaran dalam Taurat bahwa setiap hubungan badan selain posisi isteri terlentang itu kotor di hadapan Allah."

Lalu turunlah ayat di atas, Allah hendak membantah pernyataan kaum Yahudi tersebut.

Jadi dalam kandungan ayat ini menunjukkan diperbolehkannya seorang suami menyetubuhi isterinya dengan cara apapun dan posisi bagaimanapun yang ia sukai. Baik dengan cara berdiri, duduk atau terlentang. Dan dari arah manapun suami berkehendak, dari arah atas, bawah, belakang ataupun dari arah depan. Dan boleh juga menyetubuhinya pada waktu kapanpun suami menghendaki, siang ataupun malam hari. Dengan catatan yang dimasuki adalah lubang vagina.

a. Pengaruh waktu senggama:
1. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Jum’at, maka anak yang terlahir akan hafal al-Quran.
2. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Sabtu, maka anak yang terlahir akan bodoh.
3. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Ahad, maka anak yang terlahir akan menjadi seorang pencuri atau penganiaya.
4. Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Senin, maka anak yang terlahir akan menjadi fakir atau miskin atau ridha dengan keputusan (takdir) dan ketetapan (qadha) Allah.
5. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Selasa, maka anak yang terlahir akan menjadi orang yang berbakti kepada orangtua.
6. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Rabu, maka anak yang terlahir akan cerdas, berpengetahuan dan banyak bersyukur.
7. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Kamis, maka anak yang terlahir akan menjadi orang yang berhati ikhlas.
8. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Hari Raya, maka anak yang terlahir akan mempunyai enam jari.
9. Barangsiapa menyetubuhi isterinya sambil bercakap-cakap, maka anak yang terlahir akan bisu.
10. Barangsiapa menyetubuhi isterinya dalam kegelapan, maka anak yang terlahir akan menjadi seorang penyihir.
11. Barangsiapa menyetubuhi isterinya dalam terangnya lampu, maka anak yang terlahir akan berwajah tampan atau cantik.
12. Barangsiapa menyetubuhi isterinya sambil melihat auratnya (vagina), maka anak yang terlahir akan buta mata atau buta hatinya.
13. Barangsiapa menyetubuhi isterinya di bawah pohon yang biasa berbuah, maka anak yang terlahir akan terbunuh karena besi, tenggelam atau keruntuhan pohon.

b. Senggama yang ideal:

Hendaknya bagi seorang suami memperhatikan 4 hal berikut:
1. Memegang kedua tangan isteri
2. Meraba dadanya
3. Mencium kedua pipinya
4. Membaca Basmalah saat hendak memasukkan penis ke dalam vagina.

مَنْ جَامَعَ زَوْجَتَهُ عِنْدَ الْحَيْضِ فَكَأَنَّمَا جَامَعَ أُمَّهُ سَبْعِيْن مَرَّةً

Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa yang menyetubuhi isterinya saat ia menstruasi, maka seolah-olah ia menyetubuhi ibunya sendiri sebanyak 70 kali."

Lihat Juga : Download Lagu Inteam - Kasih Kekasih

c. Nikmat dunia ada di wanita

Sebagian ulama dimintai komentar tentang seberapa banyak kenikmatan dunia? Mereka menjawab: “Kenikmatan dunia itu sangat banyak hingga tak terhitung jumlahnya. Allah Swt. berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا

"Jika kamu hendak menghitung nikmat Allah maka kalian takkan sanggup menghitunya."

Namun kenikmatan terhebat teringkas pada 3 macam kenikmatan; yakni mencium wanita, menyentuhnya dan memasukkan penis ke dalam vagina."

وَنِعَمُ الدُّنْيَا ثَلاَثٌ تُعْتَبَر # لَمْسٌ وَ تَقْبِيْلٌ وَإِدْخَالُ الذَّ كر

Seorang penyair bersyair dalam bahar Rajaz-nya: “Kenikmatan dunia ada 3; yakni menyentuh, mencium dan memasukkan penis."

وَنِعَمُ الدُّنَْيَا ثَلاَثٌ تُحْصَرُ # دمَيْك كُوْلِيْت عَامْبُوْع كَارَوْ بَارعْ تُرُوْ

Penyair lain mengungkapkan: “Kenikmatan dunia itu teringkas dalam 3 hal; menyentuh kulit, mencium dan tidur bersama (senggama)."



BAB III: TATACARA DAN ETIKA SENGGAMA
Imam as-Suyuthi dalam kitab ar-Rahmah berkata: “Ketahuilah bahwa senggama tidak baik dilakukan kecuali bila seseorang telah bangkit syahwatnya dan bila keberadaan sperma telah siap difungsikan. Maka jika demikian, hendaknya sperma segera dikeluarkan layaknya mengeluarkan semua kotoran atau air besar yang dapat menyebabkan sakit perut. Karena menahan sperma saat birahi sedang memuncak dapat menyebabkan bahaya yang besar. Adapun efek samping terlalu sering melakukan senggama ialah dapat mempercepat penuaan, melemahkan tenaga dan menyebabkan tumbuhnya uban."

a. Tatacara senggama

Antara lain; isteri tidur terlentang dan suami berada di atasnya. Posisi ini merupakan cara yang paling baik dalam senggama. Selanjutnya suami melakukan cumbuan ringan (foreplay) berupa mendekap, mencium, dan lain sebagainya. Hingga saat sang isteri bangkit birahinya, masukanlah dzakar suami dan menggesek-gesekkannya pada liang vagina.

Ketika suami mengalami klimaks (ejakulasi), janganlah terburu mencabut dzakarnya, melainkan menahannya beberapa saat disertai mendekap isteri dengan mesra. Setelah kondisi tubuh suami sudah tenang, maka cabutlah dzakar dari vagina isteri dengan mendoyongkan tubuhnya ke samping kanan. Menurut para ulama, demikian itu upaya untuk memiliki anak laki-laki.

Selesai bersenggama hendaknya keduanya mengelap alat kelamin masing-masing dengan dua buah kain, satu untuk suami dan yang lain untuk isteri. Jangan sampai keduanya menggunakan satu kain karena hal itu dapat memicu pertengkaran.

Bersenggama yang paling baik adalah senggama yang diiringi dengan sifat agresif, kerelaan hati dan masih menyisakan syahwat. Sedangkan senggama yang jelek adalah senggama yang diiringi dengan badan gemetar, gelisah, anggota badan terasa mati, pingsan, dan istri merasa kecewa terhadap suami walaupun ia mencintainya. Demikian inilah keterangan yang sudah mencukupi terhadap tatacara senggama yang paling benar.

Lihat Juga : Apa Hukum Cadar Dalam Islam Menurut Pendapat 4 Madzhab.?

b. Etika senggama

Ada beberapa etika senggama yang harus diperhatikan oleh suami. Meliputi 3 macam sebelum/saat melakukannya dan 3 macam sesudahnya.

1. Etika sebelum senggama:
a). Mendahului dengan bercumbu (foreplay) agar hati isteri tidak tertekan dan mudah melampiaskan hasratnya. Sampai ketika nafasnya naik turun serta tubuhnya menggeliat dan ia minta dekapan suaminya, maka rapatkanlah tubuh (suami) ke tubuh isteri.
b). Menjaga etika saat hendak senggama. Maka janganlah menyutubuhi isteri dengan posisi berlutut, karena hal demikian sangat memberatkannya. Atau dengan posisi tidur miring karena dapat menyebabkan sakit pinggang. Dan jangan memposisikan isteri berada di atasnya, karena dapat mengakibatkan kencing batu. Akan tetapi posisi senggama yang paling bagus adalah meletakkan isteri dalam posisi terlentang dengan kepala lebih rendah daripada pantatnya. Dan pantatnya diganjal dengan bantal serta kedua pahanya diangkat dan dibuka lebar-lebar. Sementara suami mendatangi isteri dari atas dengan bertumpu pada sikunya. Posisi inilah yang dipilih oleh para fuqaha dan para dokter.
c). Beretika saat hendak memasukkan dzakar. Yaitu dengan membaca ta’awudz dan basmalah. Disamping itu gosok-gosokkan penis di sekitar vagina, meremas payudara dan hal lainnya yang dapat membangkitkan syahwat isteri.

2. Etika saat senggama:
a). Senggama dilakukan secara pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa (ritmis).
b). Menahan keluarnya mani (ejakulasi) saat birahi bangkit, menunggu sampai isteri mengalami inzal (orgasme). Yang demikian dapat menciptakan rasa cinta di hati.
c). Tidak terburu-buru mencabut dzakar ketika ia merasa isteri akan keluar mani, karena hal itu dapat melemahkan ketegangan dzakar. Juga jangan melakukan ‘azl (mengeluarkan mani di luar vagina) karena hal itu merugikan pihak isteri.

3. Etika setelah senggama:
a). Meminta isteri tidur miring ke arah kanan agar anak yang dilahirkan kelak berjenis kelamin laki-laki, insya Allah. Bila isteri tidur miring ke arah kiri maka anak yang dilahirkan kelak berjenis kelamin perempuan. Hal ini berdasarkan hasil uji coba riset.
b). Suami membaca dzikir dalam hati sesuai yang diajarkan Nabi, yaitu:

اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصهْرًا وَكَانَ رُبُّكَ قَدِيْرًا (الفرقان : 54)

“Segala puji milik Allah yang telah menciptakan manusia dari air, untuk kemudian menjadikannya keturunan dan mushaharah. Dan adalah Tuhanmu itu Mahakuasa.” (QS. al-Furqan ayat 54).
c). Berwudhu ketika hendak tidur (dihukumi sunnah) dan membasuh dzakar bila hendak mengulangi senggama.

Dikutip dari sumber yang dapat dipercaya bahwa, barangsiapa saat menyetubuhi isterinya didahului dengan membaca basmalah, surat al-Ikhlas, takbir, tahlil dan membaca:

بِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ اَللّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّبَِةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ صَلْبِىْ اَللّهُمَّ جَنِّبْنِىْ الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشّيَْطَانَ مَا رَزَقْتَنِىْ

Kemudian suami menyuruh isterinya tidur miring ke arah kanan, maka jika ditakdirkan mengandung isterinya akan melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki dengan izin Allah." Saya telah mengamalkan dzikir serta teori ini, dan saya pun menemukan kebenarannya tanpa ada keraguan. Dan hanya dari Allah-lah pertolongan itu. Demikian adalah penggalan komentar Imam as-Suyuthi.

Sebagian ulama mengatakan: “Barangsiapa menyetubuhi isterinya lalu ketika merasa akan keluar mani (ejakulasi) ia membaca dzikir:

لاَ يُدْرِكُهُ اْلأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ اْلأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيْفُ اْلخَبِيْرُ.

Maka jika ditakdirkan mengandung, isterinya akan melahirkan anak yang mengungguli kedua orangtuanya dalam hal ilmu, sikap dan amalnya, insya Allah.”

Penulis kitab Hasyiah al-Bujairami 'ala al-Khathib, tepatnya dalam sebuah faidah, menyatakan: "Saya melihat tulisan Syaikh al-Azraqi yang diriwayatkan dari Rasulullah Saw., di sana tertulis bahwa seseorang yang menghendaki isterinya melahirkan anak laki-laki maka hendaknya ia meletakkan tangannya pada perut isterinya di awal kehamilannya sembari membaca doa:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اَللهُمَّ إِنِّي أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًا.

Maka kelak anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki. Insya Allah mujarab.

BAB IV: DOA-DOA SENGGAMA
وَقَدِّمُوْالأَِنْفُسِكُمْ

"Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu.” (QS. al-Baqarah ayat 223).

Maksud dari ayat ini adalah, "Carilah pahala yang tersediakan untuk kamu semua sepertihalnya membaca basmalah dan berniat mendapatkan anak ketika melakukan senggama." Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ قَالَ بِسْمِ اللهِ عِنْدَ الْجِمَاعِ فَأَتَاهُ وَلَدٌ فَلَهُ حَسَنَاتٌ بِعَدَدِ أَنْفَاسِ ذَلِكَ الْوَلَدِ وَعَدَدِ عَقِبِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Siapa membaca basmalah ketika akan melakukan senggama kemudian dari senggama itu dia dikaruniai seorang anak maka dia memperoleh pahala sebanyak nafas anak tersebut dan keturunannya sampai hari kiamat."

:خِيَارُكُمْخِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Nabi Saw. juga bersabda: “Manusia yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.”

Dalam masalah ini para ulama memiliki urut-urutan yang mengagumkan, yaitu:
1. Ketika suami akan menyetubuhi isteri hendaknya lebih dulu membaca salam:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا بَابَ الرَّحْمنِ

Lantas isteri menjawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ يَا سَيِّدَ اْلأَمِيْنِ

2. Selanjutnya suami meraih kedua tangan isterinya seraya membaca:
رَضِيْتُ بِا للهِ رَبَّا

3. Kemudian ia meremas-remas kedua payudara isterinya seraya membaca dalam hati:
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

4. Dilanjutkan mengecup kening isterinya seraya membaca dalam hati:
يَالَطِيْفُ اَلله نُوْرُ عَلَى نُوْرٍ شَهِدَ النُّوْرَ عَلَى مَنْ يَشَاءُ

5. Setelah itu suami memiringkan kepalai steri ke kiri sambil mencium dan meniup telinga sebelah kanan, dilanjutkan memiringkan kepala isteri ke kanan sambil mencium dan meniup telinga yang sebelah kiri, seraya membaca dalam hati:
فِىْ سَمْعِكِ الله ُسَمِيْعٌ

6. Sesudah itu kecup kedua mata isteri mulai dari mata sebelah kanan hingga mata sebelah kiri seraya membaca dalam hati:
اَللّهُمَّ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنًا

7. Selanjutnya suami mencium kedua pipi isteri dimulai pipi sebelah kanan sampai pipi sebelah kiri seraya membaca dalam hati:
يَاكَرِيْمُ يَا رَحْمنُ يَا رَحِيْمُ يَا اَللهُ

8. Kemudian mengecup hidungnya seraya membaca dalam hati:
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَّجَنَّةُ نَعِيْمٍ

9. Sesudah itu kecup pundak isteri seraya membaca dalam hati:
يَارَحْمنَ الدُّنْيَا يَا رَحِيْمَ اْلأَخِرَةِ

10. Setelah itu kecup leher isteri seraya membaca dalam hati:
اَللهُ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ

11. Selanjutnya kecup dagu isteri seraya membaca dalam hati:
نُوْرُ حَبِيْبِ الإِيْمَانِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

12. Kemudian kecup kedua telapak tangan isteri dimulai sebelah kanan hingga yang sebelah kiri seraya membaca dalam hati:
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

13. Berikutnya kecup bagian di antara kedua payudara isteri seraya membaca dalam hati:
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّيْ

14. Dan kemudian kecup dada isteri bagian kiri tepat pada hatinya seraya membaca dalam hati:
يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ



BAB V: RAHASIA DI BALIK PENCIPTAAN KEPERAWANAN
Para ahli firasat dan ilmuwan ahli kewanitaan mengataka bahwa:
* Bila mulut seorang perawan lebar, pertanda vaginanya juga lebar.
* Bila mulutnya kecil, pertanda vaginanya juga kecil.

Seorang penyair dalam bahar Thawil-nya menyatakan:

إِذَا ضَاقَ فَمُ الْبِكْرِ ضَاقَتْ فُرُوْجُهَا وَكَانَ لِفَمِهَا شِعَارٌ لِفَرْجِهَا

“Bila seorang perawan sempit mulutnya, maka sempit pula vaginanya. Hal itu karena mulut seorang perawan menjadi pertanda dari bentuk dan keadaan vaginanya.”

* Bila kedua bibir perawan tebal, pertanda kedua bibir vaginanya tebal.
* Bila kedua bibirnya tipis, pertanda kedua bibir vaginanya juga tipis.
* Bila bibir mulut bagian bawah tipis, pertanda vaginanya kecil.
* Bila mulut/lidahnya sangat merah, pertanda vaginanya kering.
* Bila mancung hidungnya, pertanda tidak begitu berhasrat untuk senggama.
* Bila dagunya panjang, pertanda vaginanya menganga dan sedikit bulunya.
* Bila alisnya tipis, pertanda posisi vaginanya agak ke dalam.
* Bila raut wajahnya lebar dan lehernya besar, pertanda pantatnya kecil dan vaginanya besar serta sempit.
* Bila telapak kaki bagian luar serta badannya berlemak (gemuk), pertanda besar vaginanya.
* Bila kedua betisnya tebal dan keras, pertanda birahinya besar dan tidak sabaran untuk senggama.
* Bila matanya tampak bercelak dan lebar, pertanda sempit rahimnya.
* Bila pantatnya kecil serta bahunya besar, pertanda besar vaginanya.

Para ulama bijak bestari mengatakan: “Barangsiapa menjumpai 10 karakter pada diri seorang wanita, maka janganlah menikahinya. Yaitu; 1). Wanita yang sangat pendek tubuhnya. 2). Wanita yang berambut pendek. 3). Wanita yang sangat tinggi postur tubuhnya. 4). Wanita yang cerewet. 5). Wanita yang tidak produktif (mandul). 6). Wanita yang bengis (judes). 7). Wanita yang berlebihan dan boros. 8). Wanita yang bertangan panjang (Jawa: cluthak). 9). Wanita yang suka berhias ketika keluar rumah. 10). Wanita janda sebab dicerai suaminya."

Sampailah kita di penghujung, dimana Allah telah memberikan kemudahan kepada kami dalam menyusunnya. Segala puji dan sanjungan tersembahkan atasNya dalam segala kondisi. Shalawat serta salam yang teristimewa semoga tetap tercurahlimpahkan atas junjungan kita Nabi Agung Muhammad Saw. Semoga tercurah puka kepada orang yang mengikutinya, yakni para sahabat dan keluarganya. Semoga Allah meratakan kemanfaatan kitab kecil ini pada kaum pria maupun wanita. Aamin.

Akhirnya kami hanya bisa berpesan sebagaimana kata seorang penyair: "Aku kan mengalami mati, namun tulisanku kan tetap. Kuberharap kiranya orang yang membaca tulisanku ini mau mendoakanku.” (Sya'roni As-Samfuriy, Mabes Jones Cikarang Utara Jum'at 09 Oktober 2015).


Terima Kasih.

Lihat Juga :

Keyword : kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun, kitab fathul izar bab jima, download terjemah kitab fathul izar lengkap pdf, daftar isi kitab fathul izar, kitab fathul izar bahasa indonesia pdf, kitab fathul izar bahasa sunda, download terjemah indonesia kitab fathul izar pdf, aplikasi kitab fathul izar, kitab qurrotul uyun

Kesaksian Ibnu Bathuthah terhadap Ibnu Taimiyah

Kesaksian Ibnu Bathuthah terhadap Ibnu Taimiyah

Dunia Islam mengenal Ibnu Taimiyah, seorang ulama yang terkenal dengan ucapan, “Al-ruju’ ila al-Kitab wa al-Sunnah” (kembali ke Kitab Suci dan Sunnah). Di masa dia hidup, oleh ulama lain dia dianggap melenceng jauh dari akidah agama yang selama ini mereka jalani. Tapi Ibnu Taimiyah bersikeras bahwa pemikirannnya lah yang benar dan murni sesuai ajaran Islam.[1]

Ibnu Taimiyah lahir di Harran, pada 10 Rabiul Awwal 661 Hijriah, atau 22 Januari 1263 Masehi. Pada saat Ibnu Taimiyah berusia 6 tahun (667 Hijriah), kota kelahirannya, yang masuk wilayah Mesopotamia Utara (kini masuk dalam wilayah Turki, dekat perbatasan Irak), diserang pasukan Tartar. Akibat serangan ini, Ibnu Taimiyah dan keluarganya terpaksa harus mengungsi ke Damaskus, Suriah.[2]



Setelah Ibnu Taimiyah dewasa dan menjadi ulama besar, berbagai praktek peribadatan yang tidak sesuai dengan pemikirannya, dia kritisi, dan berbagai bentuk tradisi, dia koreksi. Karena itu dia terlibat sangat aktif dalam memberantas apa yang disebutnya sebagai bid’ah, seperti ziarah ke kuburan orang-orang terhormat, dan pemujaan kepada orang-orang mulia yang dianggap wali oleh masyarakat.[3]

Di era modern, ajaran Ibnu Taimiyah menjadi peletak dasar ajaran Wahabbi. Pendiri Wahabbi, Muhammad Ibn Abd al-Wahhab memformulasikan doktrin politik yang terinspirasi dari ajaran Ibnu Taimiyah. Menurut Ibnu Taimiyah, negara Islam yang ideal mesti didirikan oleh dua otoritas yang sejajar, yaitu: pangeran dan ulama. Koalisi antara Abd al-Wahhab dan Ibnu Saud lah yang menjadi cikal bakal berdirinya Arab Saudi.[4]

Siapa Ibnu Bathuthah?

Kesaksian Ibnu Bathuthah terhadap Ibnu Taimiyah

Kemudian, dalam bidang yang berbeda, dunia Islam mengenal sosok Ibnu Bathuthah, penjelajah Muslim yang jarak tempuh penjelajahannya jauh melampaui penjelajah legendaris Barat, Marcopolo. Selama penjelajahannya, menurut Ross E. Dunn, Ibnu Bathuthah diperkirakan telah menempuh jarak sepanjang 117.482 km.[5] Versi lain, menurut Henry Yule, jarak yang ditempuhnya adalah sepanjang 120.700 km dengan tanpa menghitung perjalanan-perjalanan selama Ibnu Bathuthah tinggal dan menetap di India.[6]

Melakukan perjalanan melalui laut, berjalan kaki, dan konvoi unta, Ibnu Bathuthah menjelajah ke lebih dari 40 negara yang kita kenal hari ini. Dia seringkali membahayakan dirinya sendiri hanya untuk memuaskan hasrat mengembaranya. Ketika akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah 29 tahun, dia mencatat petualangannya yang luar biasa ke dalam sebuah buku yang berjudul Rihlah.[7]

Pertemuan

Menariknya, dua tokoh yang berbeda orientasi gaya hidup ini ternyata pernah bertemu. Mereka hidup di masa yang sama. Pada tahun 1326, Ibnu Bathuthah tiba di Damaskus, dan dia menceritakan kisah pertemuannya dengan Ibnu Taimiyah. Berdasarkan kesaksiannya, Ibnu Taimiyah, di masa itu adalah ulama yang sangat ternama di Damaskus. Orang-orang Damaskus sangat mengidolakannya, setiap kali dia membuat pengajian, orang berduyun-duyun datang untuk menyaksikannya.[8]

Ibnu Bathuthah pada waktu itu berkesempatan untuk bertemu dengannya, atau lebih tepatnya menyaksikannya, karena mereka tidak bertemu secara khusus. Ibnu Bathuthah hanya salah seorang peserta yang hadir dalam acara pengajian yang diselenggarakan oleh Ibnu Taimiyah.

Ketika hadir dan menyaksikan Ibnu Taimiyah berbicara, Ibnu Bathuthah mempunyai penilaian, “seseorang dengan kemampuan hebat dan pembelajaran yang luas, namun dengan beberapa keruwetan di otaknya,” kata Ibnu Bathuthah.[9]

Sebelumnya Ibnu Taimiyah pernah ditangkap dan dipenjarakan beberapa tahun oleh pemerintah karena membuat pernyataan yang menyinggung ulama lain. Di penjara, Ibnu Taimiyah mengarang sebuah tafsir Al-Quran sepanjang empat puluh jilid.[10]

Kemudian di tengah-tengah pengajian Ibnu Taimiyah tiba-tiba membuat sebuah pernyataan, “sesungguhnya Allah turun dari langit ke bumi kita dengan bentuk yang sama dengan tubuhku.”

Ibnu Bathuthah kemudian bercerita, “salah seorang ulama (madzhab) Maliki yang hadir pada waktu itu tidak setuju dan mendebatnya. Orang-orang pendukung Ibnu Taimiyah kemudian bangkit dan marah, memukuli ulama Maliki tersebut dengan tangan dan sepatu sampai-sampai sorban dan penutup kepala sutranya terjatuh.”[11]



Masih menurut kesaksian Ibnu Bathuthah, Ulama Maliki tersebut kemudian atas dasar keputusan hakim Hanbali dipenjarakan, dan di penjara dia dipukuli kembali. Ulama-ulama lainnya tidak setuju atas kejadian itu dan membuat pengaduan ke Sultan Mamluk, dan di waktu yang sama mereka juga mengajukan tuntutan hukum atas pernyataan-pernyataan Ibnu Taimiyah yang dianggap seringkali menyesatkan. Ujungnya adalah Sultan memerintahkan Ibnu Taimiyah untuk dipenjarakan, dan kali ini Ibnu Taimiyah sampai akhir hayatnya tetap di dalam penjara.[12]

Ibnu Taimiyah wafat di usia 67 tahun dalam penjara di Damaskus pada 728 Hijriah atau 1328 Masehi, setelah sakit dalam penjara lebih dari 20 hari. Dikabarkan dia dipenjara bersama salah satu murid terbaiknya Ibnu Qoyyim al-Jauziah. Pada masa selanjutnya, Ibnu Qoyyim melanjutkan perjuangan gurunya, tapi dengan cara yang lebih lentur dan damai, meski tanpa mengurangi nilai-nilai ideologis yang didapat dari gurunya.[13]

PH/IslamIndonesia

Catatan Kaki:

[1] “Ibnu Taimiyah”, dari laman https://ganaislamika.com/ibnu-taimiyah/, diakses 21 Mei 2018.

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Stig Stenslie, The End of Elite Unity and the Stability of Saudi Arabia, (The Washington Quarterly ▪ Spring 2018), hlm 65.

[5] Ross E. Dunn, The Adventures of Ibn Battuta, A Muslim Traveler of the 14th Century, California: University of California Press, 1986, hlm. Xxxviii, dalam Maretha Widia Putri, Perkembangan Kesusastraan Arab Di Maroko (Studi Kasus: Rihlah Karya Ibnu Bathuthah), (Depok: Makalah Non Seminar Universitas Indonesia, 2016), hlm 12.

[6] Maretha Widia Putri, Ibid.

[7] Evan Andrews, “Why Arab Scholar Ibn Battuta is the Greatest Explorer of all Time”, dari laman http://www.history.com/news/why-arab-scholar-ibn-battuta-is-the-greatest-explorer-of-all-time, diakses 19 Januari 2018.

[8] Ibn Battuta, Travels In Asia And Africa 1325-1354, (London: Routledge & Kegan Paul Ltd, Broadway House, Carter Lane; 1929), diterjemahkan dari bahasa Arab ke Inggris oleh H.A.R Gibb, hlm 67.

[9] Ibid.

[10] Ibid.

[11] Ibid., hlm 67-68.

[12] Ibid., hlm 68.

[13] “Ibnu Taimiyah”, Ibid.


Terima Kasih.

Lihat Juga :

Keyword : karya ibnu taimiyah, ibnu taimiyah pdf, makam ibnu taimiyah, ibnu taimiyah kata bijak, ibnu taimiyah bogor, ibnu taimiyah quotes, ibnu qayyim, ibnu taimiyah majmu fatawa, ibnu batutah pdf, kata mutiara ibnu batutah, penemuan ibnu batutah, ibnu batutah quotes, the travels of ibn battuta, ibnu batutah penemu benua amerika, ibn battuta rihla, what did ibn battuta discover, Page navigation, karya ibnu taimiyah, ibnu taimiyah pdf, makam ibnu taimiyah, ibnu taimiyah kata bijak, ibnu taimiyah bogor, ibnu taimiyah quotes, ibnu qayyim, ibnu taimiyah majmu fatawa, ibnu batutah pdf, kata mutiara ibnu batutah, penemuan ibnu batutah, ibnu batutah quotes, the travels of ibn battuta, ibnu batutah penemu benua amerika, ibn battuta rihla, what did ibn battuta discover, Page navigation, karya ibnu taimiyah, ibnu taimiyah pdf, makam ibnu taimiyah, ibnu taimiyah kata bijak, ibnu taimiyah bogor, ibnu taimiyah quotes, ibnu qayyim, ibnu taimiyah majmu fatawa, ibnu batutah pdf, kata mutiara ibnu batutah, penemuan ibnu batutah, ibnu batutah quotes, the travels of ibn battuta, ibnu batutah penemu benua amerika, ibn battuta rihla, what did ibn battuta discover, Page navigation, karya ibnu taimiyah, ibnu taimiyah pdf, makam ibnu taimiyah, ibnu taimiyah kata bijak, ibnu taimiyah bogor, ibnu taimiyah quotes, ibnu qayyim, ibnu taimiyah majmu fatawa, ibnu batutah pdf, kata mutiara ibnu batutah, penemuan ibnu batutah, ibnu batutah quotes, the travels of ibn battuta, ibnu batutah penemu benua amerika, ibn battuta rihla, what did ibn battuta discover, Page navigation, karya ibnu taimiyah, ibnu taimiyah pdf, makam ibnu taimiyah, ibnu taimiyah kata bijak, ibnu taimiyah bogor, ibnu taimiyah quotes, ibnu qayyim, ibnu taimiyah majmu fatawa, ibnu batutah pdf, kata mutiara ibnu batutah, penemuan ibnu batutah, ibnu batutah quotes, the travels of ibn battuta, ibnu batutah penemu benua amerika, ibn battuta rihla, what did ibn battuta discover, Page navigation,