Jumat, 07 Desember 2018

Apa Itu Salaf dan Salafi.? | Syaikh Sayyid Ramadhan al-Bhuti


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Belajar agama Islam pada dasarnya memang harus merujuk kepada salafunashshalih. Karena kita tidak mengenal agama ini kecuali lewat generasi salaf. Tidak ada yang salah dari masalah ini.

Namun yang perlu diperhatikan, ciri khas dakwah salaf itu selain kesantunan dalam berdakwah, juga juga punya ciri penting, yaitu keluasan wawasan dalam menetapkan al-haq dan al-bathil.

Satu hal yang juga perlu dicatat baik-baik, begitu banyak orang yang mengaku bermanhaj kepada generasi salaf, namun setelah diteliti lebih jauh, ternyata belum lagi menerapkan ciri manhaj salaf dengan benar.

Lihat Juga : #PUISI GUSMUS - Tuhan, ISLAMKAH AKU

Misalnya mudah menuduh sebuah perbuatan sebagai bid'ah dan kebatilan, padahal nyatanya hanya sebuah perbedaan pendapat. Di mana masih banyak ulama yang tidak memvonisnya sebagai bid'ah atau kebatilan. Ulama salaf adalah ulama yang punya keluasan dan keluwesan dalam masalah furu'iyah, mereka mengerti betul mana yang benar-benar bid'ah dan mana yang sebenarnya hanya urusan khilafiyah.

Umpamanya dalam masalah qunut pada shalat shubuh. Mazhab Al-Hanafiyah tidak menemukan hadits yang shahih untuk dijadikan dasarnya, sehingga mereka menyebut bahwa qunut pada shalat shubuh itu bid'ah.

Akan tetapi mazhab As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah berdasarkan hadits yang bersambung dan shahih, mengatakan bahwa memang benar Rasulullah SAWmelakukan qunut pada shalat shubuh hingga beliau meninggal dunia. Sehingga hukumnya sunnah muakkadah dalam mazhab Asy-Syafi'i.

Anehnya, ada orang yang tidak tahu urusan, tiba-tiba mengatakan bahwa siapa sajayang shalat shubuh dengan melakukan qunut adalah ahli bid'ah. Dan karena itu dia adalah orang yang sesat. Soalnya semua bid'ah itu sesat. Semua yang sesat itu masuk neraka. Tambah aneh lagi, ungkapan itu disebarkannya di semua majelis taklim dan dianggap sebagai kebenaran hakiki, bahkan dijadikan harga mati.

Lihat Juga : 6 Kriteria Ulama Menurut KH. Sholeh Darat

Padahal perbedaan pendapat itu terjadi antara ulama salaf sendiri, sudah terjadi sejak awal perkembangan agama ini, bukan urusan orang zaman sekarang.

Demikian juga dalam masalah jumlah rakaat shalat tarawih. Di dalam literatur salaf sendiri, ada kalangan yang menetapkan jumlahnya hanya 11rakaat. Siapa yang melebihi dari 11 rakaat itu berarti dia melakukan bid'ah dan otomatis jadi sesat dan masuk neraka.

Padahal para ulama salaf masih berbeda pendapat tentang jumlah rakaat shalat tarawih. Ada yang bilang 20 rakaat, ada juga yang menyebut angka 36 rakaat. Bahkan tidak sedikit yang mengatakan boleh dilakukan sebanyak-banyaknya.

Apa Itu Salaf dan Salafi.? | Syaikh Sayyid Ramadhan al-Bhuti

Yang berbeda pendapat adalah para ulama salaf, bukan siapa siapa. Apakah kita akan mengatakan bahwa ulama salaf itu ahli bid'ah, hanya lantaran terjadi perbedaan pendapat?

Ada pun Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sesungguhnya bukan termasuk orang yang hidup di zaman salaf, meski tetap bermanhaj salaf. Beliau sesungguhnya ulama yang lebih menekankan aspek pembersihan aqidah, bukan ulama secara khusus yang mendalami ilmu fiqih dan perbedaan pendapat di dalamnya. Setidaknya, kita tidak pernah mendapatkan karya-karya beliau di bidang fiqih, tidak juga di bidang kritik hadits. Kitab beliau yang dikenal luas adalah Kitabut-tauhid.

Satu hal lagi, janganlah kita mencampur aduk pandangan fiqih dan perbedaan pendapat yang ada pada generasi salaf dengan pendapat-pendapat Al-Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim rahimahumallah dalam urusan fiqih. Apalagi kita tahu bahwa keduanya justru hidup jauh setelah lewatnya generasi salaf.

Lihat Juga : Download Kitab Adabul 'Alim Muta'alim Karya KH. Hasyim Asy'ari

Jangan kita salah duga bahwa kita merasa sedang mendakwahkan manhaj salaf, ternyata yang kita sampaikan hanyalah pendapat fiqih dari Ibnu Taimiyah yang hidup jauh setelah generasi salaf. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau sebagai ulama, namun jangan disalah persepsikan bahwa pandangan fiqih salaf hanyalah yang sesuai dengan pandangan fiqih beliau.

Jangan pula kita beranggapan bahwa yang salaf itu hanya Imam Ahmad bin Hanbal saja, sedangkan Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik dan Al-Imam Asy-Syafi'i yang hidupnya lebih dahulu dari mereka dianggap bukan salaf. Padahal Imam Ahmad adalah murid langsung Al-Imam Asy-Syafi'i, bagaimana mungkin Al-Imam As-Syafi'i dikatakan tidak bermanhajsalaf?

Jangan pula manhaj salaf itu berubah menjadi semua pendapat fiqih Syeikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada beliau dan ilmunya, namun beliau pun seringkali menyelisihi pendapat para ulama di masa salaf dalam urusan furu'. Itu sekali lagi membuktikan bahwa di kalangan orang yang mengaku bermanhaj salaf sendiri pun juga tidak lepas dari perbedaan pendapat atau khilafiyah.

Dan alangkah naifnya kalau sampai para ulama salaf dihina hanya karena kita punya pendapat yang berbeda dengan mereka.

Lihat Juga : Download E-book Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi - KH. Idrus Ramli

Bukankah pendapat Syeikh Abdullah bin Baz seringkali menyelisihi pendapat Syeikh Al-'Utsaimin dan Syeikh Al-Albani?

Apakah kita masih saja berprinsip bahwa siapa saja yang tidak sependapat dengan pendapatku, berarti dia sesat, ahlu bid'ah dan masuk neraka?

Habib Rizieq - Hukum Tentang Menyebut Nabi Dengan Kata Sayyidina

Santun dan Berwawasan Luas
Jadi selain urusan kesantunan dalam masalah bahasa, yang juga dibutuhkan dalam berdakwahadalah keluasan dalam wawasan ilmu syariahdan mendalam. Seorang ustadz harus pandai memilah mana yang merupakan masalah prinsip mendasar dalam aqidah, di mana hal itu sudah tidak ada perbedaan pendapat lagi, tapi juga dia harus tahu mana wilayah yang luas serta dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat, di mana para ulama salaf masih berbeda pendapat karena tidak adanya dalil yang qath'i.

Boleh saja seseorang cenderung kepada suatu pendapat dan mengajak murid-murinya untuk mengikuti pendapatnya, akan tetapi jelas tidak benar kalau sampai harus memaki dan mencaci orang lain yang tidak sependapat. Apalagi sampai menuduh sebagai ahli bid'ah, sesat dan penghuni neraka. Padahal ternyata yang dituduhnya sesat dan bid'ah itu justru pendapat ulama di masa salaf dulu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
Artikel Asli : Dakwah Manhaj Salaf

Lihat Sebelumnya :
Apa Itu Salaf.? Apakah Salaf Itu Mazhab.?
Haramkah Mengucapkan Selamat Natal.?
Pentingnya Bermazhab | Mazhab Dalam Islam

Keyword :
salafi salafi adalah salafiyah salafi wahabi salep 24 salafy indonesia wahabi salafi salafi dan wahabi salafi sesat salafi wahabi adalah salafi itu apa salafy jember salafi vs wahabi salafy balikpapan salafi jihadi salafi di indonesia radio salafy salafy semarang salafi vs nu salafy jakarta salafi wahabi memecah belah islam dari dalam salafi yang benar salafi sururi salafi yamani salafi vs aswaja salafi adalah sesat salafi dan nu salafi pdf salafi sejati salafi vs muhammadiyah salafi wahabi sesat salafi wikipedia salafi yaman salafy malang salafi masuk ldii salafi pecah salafi wallpaper fiqih salafi salafi apa salafi banjarmasin salafi batam salafi catering salafi indonesia sesat salafi lombok salafi net salafi palembang salafi talafi salafi zakat salafi wahabi salafi dan wahabi salafi wahabi adalah kesesatan salafi wahabi salafi wahabi memecah belah islam dari dalam sejarah berdarah sekte salafi wahabi pdf salafi wahabi sesat salafi wahabi indonesia salafi wahabi di indonesia salafi wahabi khawarij salafi wahabi takfiri salafi wahabi tobat salafi wahabi wikipedia tokoh salafi wahabi indonesia Cara Memilih Bajaringan yang Berkualitas Terbaik Cara Agar Kurus Aman, Sehat dan Alami Mengatasi Kulit Berminyak Mengtasi Tipes Tradisional Meghilangkan Bekas Jerawat Makalah Waralaba Apakah Syiah itu Islam Ekonomi Makro Gregory Mankiw Faktor Terjadinya Keloid

Senin, 12 November 2018

Mengenal Firqah Wahbiyyah | Abdul Wahab bin Rustum

Ini adalah kasus yg banyak wahabi tidak tau antara klompok “Wah_biyah dan Wahabi_yah” bedakan kata dan hurufnya. Ini menyangkut pendiri Firqoh WAHHABI yg sebenarnya.

Perlu diketahui bahwa sebelum-sebelumnya, saat mereka tidak mau disebut sebagai “Wahhabi”, mereka berdalih bahwa istilah Wahhabi mengandung kesalahan nisbat, istilah Wahhabi diberikan oleh musuh dakwah Islam (orang kafir orientalis) dan sebagainya.

Tapi alasan-alasan itu sudah dimentahkan oleh kalangan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah), sebab yang pertama kali memberikan istilah Wahhabi kepada ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi adalah kakak kandungnya sendiri yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Najdi al-Hanbali dalam kitabnya al-Shawaiq al-Ilahiyyah fir Raddi alal Wahhabiyyah. (ini adalah kitab dimana kata Wahhabi lahir) lihat gambar berikut:
Mengenal Firqah Wahbiyyah | Abdul Wahab bin Rustum

Untuk membersihkan atau menutupi hitamnya perjalanan sejarah, kekejaman dan kesesatan mereka, Wahabi mulai membuat kedustaan baru dari sekian banyak dusta-dusta kelompok Wahhabi yaitu mereka berusaha mengalihkan pencetus Wahhabiyah kepada orang lain yang hidup pada kurun ke 2-3 hijriyah yaitu Abdul Wahhab bin Rustum. Padahal, Abdul Wahab bin Rustum bukan pencetus Wahhabiyah, melainkan pengikut Wahbiyyah. Trik Dusta yang mereka Gunakan ini menunjukkan bahwa mereka paham dan malu dengan sejarah kelam mereka.

Setelah semua dalih Wahhabi dimentahkan, kemudian Wahhabi menciptakan alasan baru bahwa seolah-seolah sebutan Wahhabi berasal dari Syi’ah. Ini propaganda terbaru daripada Wahhabi. Baru dipopulerkan sekitar beberapa tahun yang lalu bersamaan dengan isyu Wahhabi-Syi’ah yang terjadi di Timur Tengah.

Tetapi alasan-alasan lama Wahhabi masih saja ada yang menyebarkannya, yaitu bahwa istilah Wahhabi tidak dinisbatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat 1206 H) tetapi dinisbatkan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum. (menurutku ini Pemikiran konyol).

Mengenal Firqah Wahbiyyah | Abdul Wahab bin Rustum

Kalangan Aswaja menyebut propaganda Wahhabi tersebut sebagai sebuah ” Dongeng Populer Wahhabiyyah Rustumiyyah”.

Tipu muslihat Wahabi itu berawal daripada kesalahan dalam memahami Fatwa Al-Lakhmi dan kitab yang di jadikan rujukan. Mereka tidak bisa membedakan atau sengaja mengkelirukan istilah antara Wahhabiyyah ( الوهابيه ) dan Wahbiyyah ( الوهبية ).

Sepintas seperti mirip bukan?! Apakah anda bisa membedakan? (Lihat gambar kedua) bantahan ini sangat telak dan mempermalukan wahabi.

Apa itu Wahbiyyah (الوهبية) ?


Wahbi_yyah, pengasasnya bernama Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi (عبد الله بن وهب الراسبي), wafat tahun 38 Hijriyah atau 658 Masehi. Wahbiyyah termasuk daripada kelompok Khawarij.

Diantara pengikutnya bernama Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum atau Ibnu Rustum. Jadi, Ibnu Rustum bukan pendiri Wahha_biyyah (muncul abad 12 Hijriyah), tetapi pengikut Wah_biyyah (muncul abad 2 Hijriyah).

Didalam kitab Tarikh Ibu Khaldun (w 808 H) (4/247) disebutkan :

وكان يزيد قد أذلّ الخوارج ومهّد البلاد فكانت ساكنة أيام روح، ورغب في موادعةعبد الوهاب بن رستم وكان من الوهبيّةفوادعه،

Perhatikan kalimat diatas, sangat jelas disebutkan bahwa Abdul Wahhab bin Rustum merupakan bagian daripada Al-Wahbiyyah (الوهبيّة) bukan Wahhabiyyah (Wahhabi). Pada halaman lain (6/543) :

وكانوا قديما على رأي الخوارج، وبقي بها إلى الآن فريقانمنهم الوهبيةوهم بالناحية الغربيّة،

“Mereka tegak atas pandangan khawarij, dan tetap dengan pandangan khawarijnya sampai sekarang ada dua kelompok, diantaranya Al-Wahbiyyah …. ”

Wahabi Melakukan Distorsi (Kebohongan)

Sumber kesalahan wahhabi dan yang digunakan oleh ustadz-ustadz Wahhabi adalah kitab berjudul Tashhih Khatha’ Tarikhi Haul al-Wahhabiyyah/ تصحيح خطأ تاريخي حول الوهابية karya Muhammad bin Sa’ad al-Syuwai’ir /محمد بن سعد الشويعر. Kitab ini memuat kebohongan atau DISTORSI yang menyamakan istilah “Wahbiyyah” dan “Wahhabiyyah”, kemudian nisbatkan kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum ( عبد الوهاب بن عبدالرحمن بن رستم).

Di antara yang dijadikan rujukan olehnya adalah kitab:

*Al-Mi’yaar al-Mu’rib wa al-Jaami’ al-Mughrib ‘an Fataawaa Ifriiqiyyah wa al-Andalus wa al-Maghrib karya Ahmad bin Yahya al-Wansyarisi /المعيار المعرب والجامع المغرب عن فتاوى علماء إفريقية والأندلس والمغرب لأحمد بن يحيى الونشريسي.

Didalam kitab ini memuat Fatwa Al-Lakhmi yang dimuat dalam kitab Wahhabi milikAl-Syuwai’irdiatas. Dan perhatikan teks Fatwa Al-Lakhmi :

وسئل اللخمي عن قوم من الوهبيةسكنوا بين أظهر أهل السنة زمانا وأظهروا الآن مذهبهم وبنوا مسجدا ويجتمعون فيه ويظهرون مذهبهم في بلد فيه مسجد مبني لأهل السنة زمانا ، وأظهروا أنه مذهبهم وبنوا مسجدا يجتمعون فيه ويأتي الغرباء من كل جهة كالخمسين والستين ، ويقيمون عندهم ، ويعملون لهم بالضيافات ، وينفردون بالأعياد بوضع قريب من أهل السنة . فهل لمن بسط الله يده في الأرض الإنكار عليهم ، وضربهم وسجنهم حتى يتوبوا من ذلك ؟

Ternyata dalam fatwa Al-Lakhmi yang disebut adalah Wahbiyyah (bukan Wahhabiyyah). Perhatikan teksnya “وسئل اللخمي عن قوم من الوهبية /Al-Lakhmi ditanya tentang sebuah kaum daripada Wahbiyyah”.

*.Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil (1364 H atau 1945 M) /الفرق الإسلامية في الشمال الإفريقي للمستشرق ألفرد بل. Perhatikan teksya:

وقد سموا أيضا الوهبيين نسبة إلى عبد الله بن وهب الراسبي ، زعيم الخوارج

“Dan sungguh mereka dinamakan Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, yang di tuduh sebagai Khawarij” (Hal. 145).

Ternyata dalam buku Al-Faradbil juga tertulis Wahbiyyin (pengikut Wahbiyyah), bukan Wahhabiyyin (pengikut Wahhabiyyah).

Dan jelas pula bahwa istilah Wahbiyyah atau Wahbiyyin bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum. Tetapi Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi. Dalam kitab yang dijadikan rujukan itu, tidak ditemukan kata Wahhabiyyah (الوهابية). Sebaliknya, seluruhnya menggunakan kata Wahbiyyah (الوهبية). Sehingga jelas, Dr. Muhammad bin Sa’ad Asy-Syuwai’ir (ulama Wahabi) telah melakukan distori (tahrif). Kebiasaan tahrif (melakukan pendistorsian) memang sudah menjadi tradisi Wahhabi.

Kitab-kitab firqah Wahbiyyah (pengasasnya Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi) sampai saat ini masih ada, mereka disebut pula sebagai Ibadhiyyah. Pendiri wahha_biyah adalah muhamad bin abdul Wahab. Dan Ibnu rustum adalah pengikut wah_biyah. Jelas sangat beda. Wallahu A’lam


Keyword :
wahabiah wahabi adalah apa itu wahabi aliran wahabi wahabi itu apa sejarah wahabi pengertian wahabi wahabi salafi wahabi sesat ajaran wahabi wahabi di indonesia wahabi indonesia gerakan wahabi wahabi dan salafi kaum wahabiah wahabi vs nu fitnah wahabi wahabi adalah aliran wahabi vs aswaja wahabi vs salafi wahabi adalah aliran sesat gerakan wahabi adalah wahabi menurut nu wahabi di aceh wahabi vs syiah makalah wahabi wahabi arab saudi wahabi pengikut dajjal wahabi saudi wahabi tobat wahabi vs sunni akidah wahabi wahabi pdf wahabi teroris wahabi sesat dan menyesatkan wahabi menurut mui wahabi gagal paham wahabi kalah debat wahabi di malaysia wahabi malaysia wahabi muhammadiyah wahabi pks wahabi sebenarnya wahabi yang sebenarnya wahabi bogor wahabi bubarkan maulid wahabi facebook wahabi kafir wahabi konyol wahabi muslim wahabi pengertian wahabi sejarah wahabi wiki wahabi youtube wahabi zakir naik wahabi adalah yahudi wahabi bodoh wahabi isis wahabi yahudi wahbiah muhammad bin rustum biografi muhammad bin rustum muhammad bin abdul rustum muhammad bin abdul wahab bin rustum muhammad bin abdul wahab rustum muhammad bin abdul wahhab bin rustum muhammad wahab bin rustum sejarah muhammad bin rustum wahabi muhammad bin rustum

Rabu, 31 Oktober 2018

Wahabi dan Kejahatan Intelektual

Wahabi dan Kejahatan Intelektual

Wahabi dan Kejahatan Intelektual

Oleh Fathul Qodier

Salah satu strategi kelompok wahabi mengaburkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah penganut ajaran Imam Abu Hasan Al-Asy'ari adalah dengan men-tahrif atau mengubah isi kitab karangan beliau dan ulama-ulama Asy'ariyah disesuaikan dengan akidah mereka.

Kadang juga dengan membiarkan isi kitab sesuai aslinya namun diberi catatan kaki dan dikomentari sesuai akidah mereka, meski baru lulus S1 maupun S2 dengan entengnya sekelas Imam Al-Ghazali, As-Suyuti, An-Nawawi mereka sangsikan kepakarannya.

Ada juga salah seorang ustadz yang menyampaikan ceramahnya di YouTube. Dalam ceramahnya itu, ia menyampaikan pemikiran Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy'ari (dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah) di forum pengajian namun tidak utuh, ada beberapa pendapat Mbah Hasyim yang bertentangan dengan pendapat dia lalu dipotong. 

Ungkapan Mbah Hasyim bahwa pengikut pengikut Syekh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengikuti pemikiran Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim termasuk ahli bid'ah tidak disampaikan.

Dengan kekuatan finansial yang besar mereka terus menerus menjalankan kejahatan intelektual tersebut demi memaksakan akidah mereka kepada umat. Amaliyah yang tidak sesuai dengan mereka terus dihujat dan dituding keluar dari Islam. 

Meski seringkali kalah argumen namun mereka tetap keukeuh (keras kepala) dengan pendiriannya. Memang repot berhadapan dengan kelompok yang kurang memaksimalkan akalnya dalam memahami agama.

Mereka sadar, untuk menanamkan ideologi mereka maka harus menguasai literatur pokok kajian Islam. Penerbit-penerbit kitab maupun penerbit buku besar mereka kuasai, meski harus mengotak-atik isi kitab para ulama-besar yang ratusan tahun menjadi rujukan umat, tanpa malu dan tanpa merasa berdosa meski tindakannya membodohi umat.

Beberapa kali saya tertipu saat membeli kitab-kitab rujukan pokok ulama Ahlussunnah wal Jamaah, (khususnya beli via online) isinya sudah diubah oleh editornya sedemikian rupa sehingga bertolak belakang dengan pemikiran mushonif atau penulis aslinya. 

Bahkan toko-toko kitab kawasan Ampel Surabaya, Jawa Timur yang sudah puluhan tahun menjadi jujugan pesantren salaf seluruh Indonesia untuk belanja kitab, saat ini pun sudah dibanjiri kitab-kitab yang sudah tidak orisinil isinya.

Walhasil, hati-hatilah membeli kitab dan buku keislaman khususnya kajian-kajian tauhid, telitilah isinya, jangan sampai tertipu.

Foto di atas adalah contoh salah satu kitab yang sudah diubah isinya. Al-Ibanah an Ushuliddiyanah salah satu kitab babon akidah Ahlussunnah wal Jamaah karangan Imam Abu Hasan Al-Asy'ari. 

Di dalamnya menjelaskan, Al-Asy'ari mengatakan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy, Allah memiliki wajah, memiliki tangan, dan lain-lain, yang hal tersebut bertentangan dengan akidah Al-Asy’ari sendiri.

Penulis adalah Khodim di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur, Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Lihat Juga :

Keyword :
wahabi wahabi adalah wahabi itu apa wahabi sesat wahabi salaf wahabi salafi wahabi indonesia wahabi di indonesia wahabi artinya wahabi vs nu fitnah wahabi wahabi vs aswaja wahabi takfiri wahabi adalah aliran sesat rumah fiqih wahabi wahabi wikipedia wahabi arab saudi wahabi tobat wahabi sesat dan menyesatkan wahabi aceh wahabi di aceh wahabi pdf wahabi di arab saudi wahabi lucu wahabi muhammadiyah wanita wahabi wahabi sebenarnya wahabi pks wahabi di malaysia wahabi yang sebenarnya wahabi youtube wahabi gagal paham wahabi sejarah wahabi bubarkan maulid wahabi gila wahabi konyol zikir wahabi wahabi adalah yahudi wahabi bodoh wahabi dan yahudi wahabi isis wahabi wahabi adalah wahabi itu apa wahabi sesat wahabi salaf wahabi salafi wahabi indonesia wahabi di indonesia wahabi artinya wahabi vs nu fitnah wahabi wahabi vs aswaja wahabi takfiri wahabi adalah aliran sesat rumah fiqih wahabi wahabi wikipedia wahabi arab saudi wahabi tobat wahabi sesat dan menyesatkan wahabi aceh wahabi di aceh wahabi pdf wahabi di arab saudi wahabi lucu wahabi muhammadiyah wanita wahabi wahabi sebenarnya wahabi pks wahabi di malaysia wahabi yang sebenarnya wahabi youtube wahabi gagal paham wahabi sejarah wahabi bubarkan maulid wahabi gila wahabi konyol zikir wahabi wahabi adalah yahudi wahabi bodoh wahabi dan yahudi wahabi isis Cara Mengatasi Kulit Wajah Kering Cara Menghilangkan Kerutan di Wajah HUKUM PERMINTAAN Hukum Nikah Mut'ah 100% Cara Ampuh Cegah Kepikunan Manfaat Kopi Bisa Mengatasi Kanker Kulit 9 Buah Paling Bagus Untuk Menjaga Kesehatan

Senin, 17 September 2018

NU dan Muhammadiyah - KH. Hasyim Muzadi

NU dan Muhammadiyah - KH. Hasyim Muzadi

Di emperan masjid selepas sembahyang Maghrib, Julkipli menghampiri teman ngopinya, Durakim. Belum sempurna Durakim menyandarkan punggung ke tembok, pertanyaan berat disodorkan kepada dirinya.

"Dur, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?"

"Menurut siapa dulu: NU atau Muhammadiyah?"

"NU, deh."

"Hukumnya boleh. Karena bentuk negara itu hanya wasilah, perantara. Bukan ghayah, tujuan."

"Kalau menurut Muhammadiyah?"

"Sama."

Julkipli melempar pertanyaan berikutnya, "Kalau melawan Pancasila, boleh tidak? Kan bukan Al-Qur'an?"

"Menurut NU atau Muhammadiyah?"

"Muhammadiyah, coba."

"Tidak boleh. Pancasila itu bagian dari kesepakatan, perjanjian. Islam mengecam keras perusak janji," jawab Durakim.

"Kalau menurut NU?"

"Sama."

Sampai di sini, Julkipli mulai jengkel. Ia merasa dikerjain Durakim. Jawaban menurut NU dan Muhammadiuah kok selalu 'sama'. Asem betul kawan satu ini.

"Kamu gimana sih, Dur. Kalau memang pandangan NU dan Muhammadiyah sama, ngapain kamu suruh aku milih 'menurut NU atau Muhammadiyah'?"

"Ya... kita harus dudukkan perkara pemikiran organisasi para ulama itu dengan benar, Jul. Nggak boleh serampangan."

"Serampangan bagaimana?" sahut Julkipli.

"Kalau Muhammadiyah itu kan ajarannya memang merujuk ke Rasulullah." Durakim membetulkan kopiahnya

"Lha, kalau NU?"

"Sama."

sumber : nu.or.id

Lihat Juga :

Keyword :
perbedaan sholat nu dan muhammadiyah, sejarah nu dan muhammadiyah, nu muhammadiyah mana yang benar, debat nu muhammadiyah, cara menyikapi perbedaan nu dan muhammadiyah, nahdlatul ulama, nu dan muhammadiyah, nu dan muhammadiyah, nu dan muhammadiyah,

Senin, 07 Agustus 2017

Islam Indonesia dan Peradaban Islam di Dunia

Islam Indonesia dan Peradaban Islam di Dunia

Islam Indonesia dan Peradaban Islam di Dunia

Jangan Lupa Untuk Mengunjungi MUI.OR.ID

Assalmu'alaikum,, Warahmatullahi,, Wabarakaatuh..
Terima kasih telah mengunjungi Web Kami.

Budayakanlah Membaca Hingga Selesai

Islam Indonesia dan Peradaban Islam di Dunia

Bismillahirrahmanirrahim.
sudah kita ketahui bahwa para Ulama memiliki peran penting dalam sejarah pendirian dan penentuan sistem di negara ini. Ikhtiariah dan hasil kesepakatan Ulama menghasilkan perumusan Pancasila dan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wujud tanggung jawab terhadap umat dan wujud kecintaan terhadap tanah air (hubbul wathan) sehingga umat Islam dan agama lainnya bisa beribadah dengan tenang, aman dan tenteram dalam perbedaan dan keberagaman.

Dewasa ini, umat islam sedang dihadapkan dengan beberapa kelompok yang mengedepankan tektualis skripturalis yang menjadikan ideologi pemahaman serta gerakannya didasarkan pada nash secara literal. Sehingga pemahaman tekstualis dari nash inilah yang menjadi dasar pemahaman kelompok mereka. Namun mereka juga tidak pernah untuk berusaha membawa nash tersebut kepada konteksnya. Sehingga kelompok ini bergerak secara kaku, rigid, intoleran dan ekslusif, serta mudah mengkafirkan kelompok yang berbeda pemahamannya dengan mereka. Sehingga mudah terjadinya konflik dan menyatakan permusuhan terhadap sesama muslim yang tidak sepaham dengan mereka.

Di sisi lain pun muncul kelompok yang mengedepankan kontekstualisasi dalam memahami nash secara berlebihan dengan alasan untuk menyelaraskan ajaran Islam dengan perkembangannya zaman. Maka munculah dari pemahaman ini suatu kelompok yang keluar dalam pemahaman nash yang sebenarnya sehingga terlihat lebih permisif dan juga liberal, bahkan kelompok ini berani untuk menggugat nash yang qath’i dan juga mulai menafsirkan nash hanya dengan pendekatan akalnya saja.

Pemahaman kedua kelompok ini tergolong sebagai kelompok ekstrim (tatharruf), yakni tatharruf yasari (ekstrim kiri)  dan yamini (ekstrim kanan). Pemahaman kedua kelompok ini sangatlah bertentangan dengan wujd ideal dalam menjalankan syariat Islam di Indonesia dan dunia. Pemahaman kedua kelompok tersebut sangatlah mudah untuk masuk dan menyebar di Indonesia yang didukung dengan adanya gerakan transnasionalisme dan juga kebebasan dalam berpendapat.

KONFLIK TIMUR TENGAH (SUNNI-SYI’AH)
Konflik yang telah terjadi ditimur tengah yang sudah terjadi dari 6 tahun yang lalu yang terjadi karena dampak dari proxy war. Proxy war ini bukanlah hal atau istilah yang baru, tapi adalah istilah yang mulai dimunculkan kembali. Pemain dari konflik tersebut adalah Rusia dan Amerika sebagai pemain politik global. Setelah Uni Soviet terpecah belah hingga bubar, maka Rusia menjadikan Iran sebagai proxy negaranya dan Amerika menjadikan Saudi Arabia menjadi proxynya.

Kedua negara adidaya sang pemain politik global ini jika dihadapkan dan berperang secara langsung akan sangat membahayakan bagi umat manusia, maka mereka menggunakan proxy proxy (Iran-Saudi). Dan tentunya hal ini juga didasari dengan beberapa kepentingan, yaitu
1. Untuk menguji seberapa kuat produk militer mereka
2. Membuat lambatnya pertumbuhan perekonomian umat Islam yang sangat pesat
3. Menjadi sebuah peringatan untuk negara-negara yang ingin mejadi pesaing negara tersebut seperti China dan India.

Dan hasilnya terjadi konflik yang sangat hebat diantara proxy proxy yang dimainkan oleh negara pemain (Rusia-Amerika) tersebut.

Amerika, di dalam pergerakan permainan politiknya, maka diciptakanlah ISIS untuk menjadikan lambatnya ekspansionisme di Iran. Yang dijual oleh amerika adalah konflik lama the main trigger dari konflik, yaitu konflik antara Sunni dan Syiah. Hal ini dijadikan sebuah alasan karena Iran, Irak, Libanon, Syiria dan Bahrain memiliki komunitas syiah yang tumbuh signifikan. Di Negara Bahrain 70 % dari penduduknya adalah syiah namun rajanya adalah sunni. Di Syiria 90 % sunni 10 % syiah dan presidennya Syiah, nah inilah yang sedang dimainkan oleh Amerika.

Kenapa di Bahrain tidak terlalu terlihat terjadinya konflik.?
Ini dikarenakan Amerika dibawah kekuasan partai demokrat, secara divide and rolenya begitu sangat kuat. Sehingga terjadilah dengan apa yang kita kenal selama ini, yaitu the Arab Spring yang dimulai pada tahun 2011 dibawah kuasa Leadership of Democratic Party and United States.

Jika Amerika berada dibawah kekuasan Partai Republik, maka biasanya kan langsung melakukan hantaman fisik dengan menggunakan militer. Tapi dibawah Demokrat hal itu tidak dilakukan, tapi dilakukan dengan cara memecah belas secara perlahan dan transparan. Akhirnya Amerika pun menjual gagasan dari ide itu kepada Arab Saudi. Arab Saudi pun menganggap bahwa ini adalah ibaratkan angin baru. Maka apa yang terjadi setelah terjadinya Arab Spring.? Yang terjadi justru Arab Saudi menjadi hancur. Ekonomi Arab Saudi menjadi berantakan. Dari segi trust, yang terjadi adalah distrust among the arab community. Dalam sejarahnya, maka inilah pertama kalinya Arab Saudi menjadi berantakan.

Syria belum kalah, maka ditambah lagi dengan negara Yaman. Syiria hancur, Yaman hancur, Libya hancur dan Saudi pun menjadi oleng dalam hal perekonomian karena dihabiskan untuk membeli persenjataan. Siapakah yang diuntungkan.? Yang diuntungkan adalah Yahudi, karena Yahudi adalah pemilik pabrik persenjataan amunisi dan juga alutsista. Mereka bergembira karena semakin panjangnya perang maka semakin banyak mereka meraup keuntungan. Maka ini adalah sangat berbahaya.

Maka, siapakah korban dari Konflik ini.?, Jawabannya adalah PALESTINA. Karena secara tidak langsung Amerika-Saudi menjadi donatur ISRAEL untuk terus menghancurkan negara jajahannya, yaitu PALESTINA.

PELAJARAN DALAM MEMANDANGI KONFLIK (SUNNI-SYIAH)
Umat Islam di Indonesia jangan mengikuti permainan yang sedang dimainkan oleh dua negara pemain tersebut. Kita harus lebih bersikap waspada, kita juga harus bersikap toleransi dengan adanya perbedaan pendapat. Serta menjaga dan menghormati perbedaan mazhab yang ada. Jika dilihat dari sejarah, kita akan mengenal Imam Ja’far As-Shadiq (pendiri Madhab Ja’fari -Syi’ah Ja’fari-) adalah guru dari Imam Abu Hanifah (pendiri Mazhab Hanafi). Imam Abu hanifah banyak belajar dari Imam Ja’far Ashadiq dalam ilmu fiqih sedangkan Imam Abu Hanifah tahu jika Imam Ja’far As-Shadiq adalah Syi’ah. Imam Abu Hanifah menghargai dan menghormati perbedaan tersebut.

BANYAKNYA PERMINTAAN FATWA SESAT UNTUK SYI’AH DI MUI (Majelis Ulama Indonesia)

Jika dilihat dampak negatif dari konflik yang terjadi oleh negara pemain dan juga proxy nya, maka terjadilah kegaduhan baru hingga kegaduhan tersebut singgah kenegara Indonesia ini. Jika MUI menyatakan FATWA SESAT untuk SYI’AH, maka ini bisa menjadi masalah baru. Maka MUI memiliki sejumlah pertimbangan, seperti :
  • OKI (organisasi Islam Dunia), yang memiliki jumlah negara lebih dari 47 negara, dan tidak ada satu pun negara yang mengeluarkan fatwa kesesatan syi’ah.
  • Saudi Arabia, memiliki sepuluh hingga lima belas persen dari penduduknya yang syiah, mereka pun tidak mengatakan syi’ah sesat dan tidak pula mengeluarkan fatwa kesesatan syiah. Bahkan Syi’ah masih diperbolehkan untuk Umroh dan haji.

Jika MUI mengeluarkan fatwa kesesatan syi’ah, maka yang akan terjadi adalah sesuatu yang sangat tidak diinginkan. Apa yang akan negara Arab saudi atau negara yang berkumpul di OKI katakan.? Jika itu terjadi, akan menjadikan Indonesia menjadi sendirian. Dan inilah yang harus MUI dan kita pertimbangkan.

Hal ini bukan karena Indonesia mendukung Syi’ah atau Sebagai Agen Syi’ah. Namun ini dilakukan agar konflik yang terjadi di Timur tengah tidak serta merta menjadi konflik di Negara Indonesia karena akan memecah belah Indonesis menjadi beberapa bagian yang lebih besar lagi.

Seharusnya kita bisa lebih waspada, karena kantong-kantong atu proxy-proxy dari perpecahan itu mulai dimunculkan. Dari mulai organisasi, partai, dan beberapa kelompok yang intoleran harus segera dibenahi, jika tidak ini bisa sangat memudahkan menjatuhkan dan memecah belah negara Indonesia. Namun yang harus diperhatikan adalah jangan menuduh dengan mengatakan “intoleran” sembarangan. Karena hal ini juga membahayakan karena bisa secara tidak langsung kita masuk dalam permainan politik global tersebut.

Jika kita mampu untuk menjaga toleransi kepada Umat lain, maka kita harus lebih bertoleransi kepada Umat kita sendiri, dengan alasan : karena perpecahan yang terjadi di timur tengah dikarenakan pemahaman kelompok mereka dalam memahami Agama yang berbeda serta tidak adanya toleransi. Sehingga stigma “SYI’AH BUKAN ISLAM”  menjadi hidangan utama yang mulai dimunculkan. Karena mengganggap SYI’AH BUKAN ISLAM, maka mereka pun melancarkan serangan untuk MENUDUH SYI’AH kepada orang lain. SYI’AH BUKAN ISLAM dan MENUDUH orang lain sebagai SYI’AH, maka terjadi perang saudara antara sesama Ahlussunnah Wal-Jama’ah (WAHABI dan SUNNI MODERAT).

Jika dilihat dari kenyataan, bahwa anda akan menemukan Al-Qur’an Sunni di Indonesia dan Al-Qur’an yang dipakai oleh SYI’Ah di Iran masih sama teksnya. Hanya ada segelintir Syi’ah yang tidak menggunakan Al-Qur’an. Ingat.! Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan Allah pula yang menjaganya. Sehingga golongan syi’ah yang sesat pun ada, namun hanya segelintir saja sehingga kita (sunni) tidak boleh memukul rata semua Syi'ah.

Di SUNNI pun sama, ada beberapa golongan yang Ekstrim dan sesat, sehingga kelompok ini pun dikeluarkan melalui KONFERENSI AHLUSUNNAH yang dilakukan di CHECHNYA yang mengeluarkan Sunni Radikal (Wahabi Takfiri) dari AHLUSUNNAH Wal-Jama’ah karena sangat berbahaya bagi Peradaban Muslim Sunni dan juga peradaban Islam di Dunia.

Wallahu'alam Bishawaab...

Semoga Bermanfaat.

Lihat Juga :