Monday, 17 September 2018

NU dan Muhammadiyah - KH. Hasyim Muzadi

NU dan Muhammadiyah - KH. Hasyim Muzadi

Di emperan masjid selepas sembahyang Maghrib, Julkipli menghampiri teman ngopinya, Durakim. Belum sempurna Durakim menyandarkan punggung ke tembok, pertanyaan berat disodorkan kepada dirinya.

"Dur, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?"

"Menurut siapa dulu: NU atau Muhammadiyah?"

"NU, deh."

"Hukumnya boleh. Karena bentuk negara itu hanya wasilah, perantara. Bukan ghayah, tujuan."

"Kalau menurut Muhammadiyah?"

"Sama."

Julkipli melempar pertanyaan berikutnya, "Kalau melawan Pancasila, boleh tidak? Kan bukan Al-Qur'an?"

"Menurut NU atau Muhammadiyah?"

"Muhammadiyah, coba."

"Tidak boleh. Pancasila itu bagian dari kesepakatan, perjanjian. Islam mengecam keras perusak janji," jawab Durakim.

"Kalau menurut NU?"

"Sama."

Sampai di sini, Julkipli mulai jengkel. Ia merasa dikerjain Durakim. Jawaban menurut NU dan Muhammadiuah kok selalu 'sama'. Asem betul kawan satu ini.

"Kamu gimana sih, Dur. Kalau memang pandangan NU dan Muhammadiyah sama, ngapain kamu suruh aku milih 'menurut NU atau Muhammadiyah'?"

"Ya... kita harus dudukkan perkara pemikiran organisasi para ulama itu dengan benar, Jul. Nggak boleh serampangan."

"Serampangan bagaimana?" sahut Julkipli.

"Kalau Muhammadiyah itu kan ajarannya memang merujuk ke Rasulullah." Durakim membetulkan kopiahnya

"Lha, kalau NU?"

"Sama."

sumber : nu.or.id

Lihat Juga :

Keyword :
perbedaan sholat nu dan muhammadiyah, sejarah nu dan muhammadiyah, nu muhammadiyah mana yang benar, debat nu muhammadiyah, cara menyikapi perbedaan nu dan muhammadiyah, nahdlatul ulama, nu dan muhammadiyah, nu dan muhammadiyah, nu dan muhammadiyah,

Strategi Dakwah Sunan Kali Jaga - Dr. H. Fachrudin Faiz


Sunan Kalijaga bisa dikatakan salah satu tokoh sentral dalam proses penyebaran Islam di Tanah Jawa. Pendekatannya unik. Sunan Kalijaga yang melihat keadaan masyarakat Jawa pada waktu itu, di mana masyarakatnya masih kental dengan tradisi Hindu, Buddha, dan kepercayaan-kepercayaan lama melakukan pendekatan seni dan budaya. Dia mencoba menyerap budaya dan tradisi yang sudah ada untuk menyebarkan ajaran-ajarannya. Dia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, memasuki daerah-daerah terpencil.

Sunan Kalijaga melakukan penyebaran Islam dengan cara yang up todate, nut jaman kelakone (menurut semangat zaman). Ia mempergunakan falsafah empan papan atau local setting, di mana bumi dipijak, di situ adat dijunjung. Sunan Kalijaga memperkenalkan Islam selapis demi selapis melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal (local wisdoms) Jawa, yang waktu itu masih didominasi oleh agama Syiwa-Buddha. Beliau tidak sekaligus memperkenalkan Islam secara frontal, melainkan dengan memadukan istilah-istilah Islam dengan istilah-istilah dalam agama yang masih berlaku. Hasilnya, Islam diadopsi orang Jawa secara damai, tanpa kekerasan dan perang yang memakan korban jiwa, dan harta benda serta trauma. Kanjeng Sunan Kalijaga berdakwah dengan style mengecam dan membuang nilai-nilai agama dan kepercayaan lama masyarakat, terutama yang sudah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Beliau menyusupkan nilai-nilai baru ke dalam agama, kepercayaan, tata cara, dan adat kebiasaan hidup yang sudah ada sebelumnya. Nilai-nilai lama dibungkus selapis demi selapis, digeser sedikit demi sedikit. Dengan metode dakwah yang seperti itulah, maka Nusantara, khususnya pulau Jawa, diislamkan, sehingga sekarang menjadi negara dengan penganut agama Islam terbesar di dunia. 

Sebagai ulama, budayawan, dan sekaligus seniman, Sunan Kalijaga menciptakan banyak karya seni, di mana itu menggambarkan pendiriannya. Dia menciptakan dua perangkat gamelan,yang semula bernama Nagawilaga dan Guntur Madu, kemudian dikenal dengan nama Nyai Sekati (lambang dua kalimat syahadat). Wayang, yang pada zaman Majapahit dilukis di atas kertas lebar sehingga disebut wayang beber, oleh Sunan Kalijaga dijadikan satu-satu, dibuat dari kulit kambing, yang sekarang dikenal dengan nama wayang kulit. Banyak lakon-lakon yang digubah untuk kepentingan ini. Di  antaranya yang terkenal adalah lakon Jimat Kalimasada, Dewa Ruci, dan Petruk Dadi Ratu.

Banyak teori yang menyatakan mudahnya orang  Jawa masuk agama Islam. Antara lain, karena Islam tidak mengenal kasta, tidak seperti agama yang mereka anut sebelumnya. Beberapa bentuk seni budaya diadopsi dan disinergikan dengan seni budaya yang berasal dan bernuansa Arab, tempat asal Islam. Pendekatan budaya yang dilakukan Njeng Sunan Kali dalam memperkenalkan Islam ibarat menyebar biji di tanah yang subur.

Ketika masyarakat Jawa sedang mengalami zaman peralihan, dari Kerajaan Majapahit ke Kesultanan Demak. Demikian pula dalam hal agama dan kepercayaan. Mereka menganut agama Hindu-Buddha atau  Syiwa-Buddha, Kapitayan, dan percaya bahkan banyak yang memuja roh-roh halus. Mereka juga sangat memercayai hal-hal gaib dan mistis, serta mengaitkan hampir semua aspek kehidupan dengan hal tersebut. Dalam suasana kehidupan yang seperti itulah agama Islam diperkenalkan oleh para pendakwah, yang kemudian dikenal sebagai para wali, dan diberi sebutan atau nama panggilan “Sunan”. Dua dari para wali itu adalah Sunan Bonang dan muridnya, Sunan Kalijaga. Mereka dikenang masyarakat sampai sekarang karena jago berdakwah menggunakan media kesenian, terutama musik tradisional gamelan berserta tembang-tembang Jawa dan wayang. 

Salah satu dari tembang tadi adalah sebuah tembang suluk atau tembang dakwah Islam, yang dikenal dengan tiga nama, yaitu Kidung Kawedar atau Kidung Rumekso Ing Wengi, atau juga Kidung Sariro Ayu. Kepada masyarakat yang sangat memercayai hal-hal gaib dan mistis, Sunan Kalijaga menciptakan Suluk Kidung Kawedar yang didendangkan dengan irama Dhandanggula bernuansa meditatif-kontemplatif. Dikemas dan diberi sugesti sebagai mantra sakti, guna mengatasi segala problem kehidupan masyarakat sehari-hari. Beliau tidak sekaligus memperkenalkan Islam secara frontal, melainkan dengan memadukan istilah-istilah Islam dengan istilah-istilah dalam agama yang masih berlaku. Hasilnya, Islam diadopsi orang Jawa secara damai, tanpa kekerasan dan perang yang memakan korban jiwa dan harta benda serta trauma.

Suluk Kidung Kawedar, yang terdiri dari 46 pupuh atau bait ini dikenal memiliki berapa nama lain, yaitu Kidung Sarira Ayu, sesuai dengan bunyi teks dalam bait ketiga, dan Kidung Rumekso Ing Wengi, sesuai bunyi teks di awal kidung, sebagaimana kita lazim menyebut Al-Ikhlâsh dengan nama Surat Qulhu, atau Surat Al-Insyirâh dengan sebutan Surat Alam Nasyrah. Kidung Kawedar adalah sebuah kidung pujian dalam bentuk puisi Jawa, yang pengungkapannya dilakukan dengan menyanyi, yang disebut sebagai macapat, dalam irama Dhandanggula. Macapat sebagai metrum atau irama puisi Jawa, berasal dari kata maca papat-papat (membaca empat-empat), yaitu cara membacanya berirama dalam setiap empat suku kata.

Bait pertama menggambarkan kehebatan tembang pujian, yang enak didengar sekaligus sakti mandraguna ini. Kidung ini mampu menjaga kita di malam hari, melindungi kita dari segala macam penyakit dan hal-hal buruk, melindungi dari gangguan jin dan setan, menangkal ilmu hitam dan segala hal buruk yang bisa mencelakai kita, sampai-sampai diibaratkan dapat mengubah api yang panas menjadi air nan sejuk bila menghampiri kita, seperti kisah Kanjeng Nabi Ibrahim ketika dibakar. Para pencuri menjauh, tidak ada yang berani mengganggu diri dan hak milik kita. Dengan piawinya, Njeng Sunan Kali meramu Kidung Kawedar dengan pembukaan yang pas untuk semua orang di setiap jaman, lebih-lebih waktu itu, yakni keselamatan. Islam sendiri bermakna selamat dan pasrah kepada kehendak Allah. Kidung itu dibuka dengan kata-kata yang bermakna mistis, magis untuk menolak bala: penyakit, bencana dan gangguan makhluk halus. Guna-guna, tenung, teluh, santet, niat jahat, pencuri, binatang buas, senjata tajam, kayu dan tanah wingit dan hama penyakit semuanya menyingkir, tidak mempan. Perawan tua dapat segera dapat jodoh dan orang gila dapat sembuh.Semua musuh menjadi sayang, jatuh cinta kepada membaca kidung ini.

Bait kedua masih menggambarkan kehebatan kidung mantera ini. Hama dan penyakit menyingkir. Siapa pun makhluk Allah yang melihat kita menjadi iba dan menaruh kasih sayang. Pun segala ilmu kesaktian, tiada yang bisa mencelakai kita, lantaran akan menjadi bagai kapuk yang sangat ringan lagi lembut, jatuh ke atas besi nan keras lagi kuat. Semua racun menjadi tawar, semua binatang buas menjadi jinak. Segala jenis tumbuh-tumbuhan, pohon, kayu, tanah sangar atau angker serta sarang-sarang binatang yang dilindungi aura gaib, tiada yang perlu ditakuti lagi.

Bait ketiga masih diawali dengan pameran kekuatan gaib sang kidung yang luar biasa, seolah bisa membuat air lautan menjadi asat atau mengering. Dilanjutkan dengan iming-iming, pesona gambaran kehidupan serba nyaman dan selamat sejahtera. Kepada masyarakat Jawa, yang percaya adanya para dewa dengan para bidadarinya, Sunan Kalijaga mulai memasukkan daya tarik dan istilah-istilah baru secara lepas-lepas, yakni butir-butir ajaran Islam. 

Siapa yang membaca kidung ini akan dijaga oleh para malaikat dan rasul, yang bahkan telah menyatu pada diri kita. Semua “manunggal”, menyatu dalam dirinya. Sejumlah nama nabi disebut: Adam sebagai hati, Syits sebagai otak, Musa sebagai ucapan, Isa sebagai nafas, Yakub sebagai telinga, Yusuf sebagai rupa, Daud sebagaisuara, Sulaiman sebagai kesaktian, Ibrahim sebagai nyawa, Idris sebagai rambut, Nuh di jantung, Yunus di otot dan Muhammad (saw) sebagai mata/penglihatan. Hal-hal baru itulah yang sesungguhnya menjadi inti kekuatan kidung mantera pujian ini. Sunan Kalijaga mulai memperkenalkan istilah dan nama-nama baru kepada masyarakat, yaitu malaikat, rasul, Adam, Syits dan Musa. Pengenalan istilah, tokoh, dan sejarah Islam tersebut dilanjutkan dalam bait keempat dan kelima, sekaligus menjelaskan hikmah dan karamahnya di dalam diri manusia, apabila mempercayai dan mampu menghayatinya. Sunan Kalijaga menceriterakan tentang sejarah Islam dan para nabi sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran, serta para sahabat dan keluarga Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Nama-nama mereka disebutkan seraya mengikuti pola pikir orang Jawa yang menyenangi cerita wayang, terutama tentang tokoh-tokoh sakti yang manjing, merasuk menyatu dalam jiwa raga seorang tokoh wayang yang lain, sehingga tokoh yang dirasuki menjadi sakti mandraguna. Disebut juga nama para sahabat dan keluarga Muhammad telah menyatu dalam dirinya. Patimah (Fatimah) putri Nabi Muhammad sebagai sumsum, Baginda Ngali (Ali) kulit, Abubakar darah, Ngumar (Umar) daging dan Ngusman (Usman) sebagai tulangnya.


Dalam Suluk Kidung Kawedar ini Sunan Kalijaga juga memperkenalkan beberapa surat dan ayat Al-Qur'an, yang dianggap ampuh. Di antaranya surat Al-Ikhlas, yang disebutnya Surat Kulhu, karena dibuka dengan Qulhu, surat An’Aam, yang disebut suratul Ngam Ngam. Maklum, orang Jawa dulu sulit mengucap bunyi huruf Arab ‘ain. Sehingga, ada orang Jawa yang namanya Sangidu (dari Sayyidu), Sangit (dari Sayyid),  Fatongah (dari Fathonah). Ayat Kursi yang dikenal luasampuh untuk mengusir segala macam godaan juga disebut. Kidung itu diyakini begitu ampuh, hingga jika dibaca di laut, air laut pun mengering (segara asat).Mungkin berlebihan. Tapi, itulah yang tertulis dan dipercaya banyak orang untuk mencapai keselamatan hidup.

Sunan Kali juga mengenalkan Allah, sebutan Tuhan dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai Al-Qur'an. Orang Jawa sebelummya sudah mempunyai beberapa sebutan untuk Tuhan, seperti Pangeran, Gusti Pangeran, Hyang Widhi Wasa, Hyang Kang Murbeng Dumadi, Gusti Kang Maha Kuwasa, Hyang Tunggal (nama dewa dalam pewayangan), Hyang Suksma Kawekas dan setelah Islam masuk, yang sering digunakan adalah Gusti Allah. Beberapa sebutan itu dipakai Sunan Kali. Maksud dari berbagai sebutan nama Tuhan itu adalah sama, yakni Yang Satu, Yang Tunggal, Yang Maha Esa itu seperti disebut  dalam Suratul Kulhu. (Lebih lengkap soal Tafsir Suluk Kidung Kawedar bisa dipelajari dari buku Islam Mencintai Nusantara: Jalan Dakwah Sunan Kalijaga, karya: B. Wiwoho, terbitan Pustaka IIMaN, 2017).

Sangat menarik mendaras dan memahami Suluk Kidung Kawedar ini dalam bingkai besar pemahaman ulang atas upaya penerapan Islam dalam ruang budaya (dalam hal ini Jawa terutama) yang dilakukan oleh para wali, terutama Sunan Kalijaga. Hal ini menjadi sangat penting, setidaknya mengingat fakta bahwa semakin  ke sini semakin banyak generasi baru yang bukan saja tidak memahami bagaimana para pendahulu berjuang menerapkan Islam secara bertahap lewat jalur budaya; tapi bahkan lebih jauh lagi, malah menganggap para pendahulu tersebut seolah sebagai peletak dasar dari apa yang secara  tergesa mereka kategorikan sebagai kesyirikan atau, setidaknya tradisi bid’ah.

Inilah desain dakwah Islam yang rahmatan lil alamin. Ia mendatangi siapa saja dengan cinta dan kasih. Islam berhasil merasuk ke dalam jiwa manusia Nusantara, terutama Jawa, melalui jalur yang sangat lembut. Seyogyanya para pendakwah di zaman ini meniru “Jurus” Sunan Kalijaga dalam menanamkan Islam di dada orang Jawa; melalui taktik modifikasi budaya yang tak menyakiti siapapun—dengan mengajarkan tauhid sebagaimana isi dari Kidung Kawedar. Sudah seharusnyalah Islam berwajah ramah. Islam tidak berantitesa dengan kearifan lokal manapun. Islam justru menyempurnakannya. Islam akan merasuk paripurna dalam hati melalui jalan yang lembut penuh cinta, bukannya dengan teriakan kemarahan dan pedang yang terhunus. Inilah DNA Islam di Nusantara, memposisikan agama sebagai jembatan perekat, bukan penyekat berbagai kehidupan sosial dan budaya.




Lihat Juga : 
Apa Hukum Oral Sex Dalam Islam.? (menjilati klitoris istri)

Keyword :
keturunan sunan kalijaga, sunan kalijaga biografi, sejarah hidup sunan kalijaga, kesaktian sunan kalijaga, ajaran sunan kalijaga, wafatnya sunan kalijaga, biografi sunan kalijaga singkat, sunan kalijaga wikipedia, keturunan sunan kalijaga, sunan kalijaga biografi, sejarah hidup sunan kalijaga, kesaktian sunan kalijaga, ajaran sunan kalijaga, wafatnya sunan kalijaga, biografi sunan kalijaga singkat, sunan kalijaga wikipedia

source : antontasik.com

Friday, 3 August 2018

Kejadian Lucu Saat Akad Nikah (Kompilasi Video)


Apa arti dari Akad pernikahan? Apa itu Akad pernikahan?
Apa arti dari Akad pernikahan?
Akad pernikahan adalah perjanjian antara wali pengantin dan pengantin pria di depan setidaknya dua saksi yang memenuhi syarat untuk hukum Islam.

Apa itu Akad pernikahan?
Akad pernikahan meliputi:

Ijab, walinya, menyerahkan pengantin ke pengantin pria.
Qabul, mempelai pria menerima pengantin wanita.
Jawabannya harus dijawab segera, langsung dengan qabul, tidak diragukan lagi.


Friday, 8 December 2017

Apa Hukum Oral Sex Dalam Islam.? (menjilati klitoris istri)

Apa Hukum Oral Sex Dalam Islam.?

Lihat Asli : NU.OR.ID

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Redaksi Bahtsul Masail NU Online yang kami hormati. Kami pasangan suami-isteri yang sudah menikah kurang lebih setahun. Dalam soal hubungan seks tidak ada masalah. Kami biasa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Namun ada hal yang menganjal dalam benak saya, bagaimana sebenarnya hukum menjilati klitoris istri? Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nama dirahasiakan)

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sebelum menjawab pertanyaan di atas, hal pertama yang harus dipahami dalam hal ini adalah bahwa seorang suami boleh melakukan aktivitas seks dengan istrinya kapan saja dan dengan gaya apa saja, kecuali yang dilarang oleh syara’, seperti menyetubuhi isteri melalui anus.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِين

Artinya, “Isteri-isterimu adalah ladangmu, maka datangilah ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman,” (QS. Al-Baqarah [2]: 223)

Lihat Juga : Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?

Masalah agama yang berkaitan dengan aktivitas seksual tidak perlu ditutup-tutupi. Untuk kepentingan hukum, Rasulullah SAW tidak segan-segan menerangkannya seperti hadits berikut ini.

(إنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِ مِنْ الْحَقِّ لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَدْبَارِهِنَّ (رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ

Artinya, “Sungguh Allah tidak malu dalam hal kebenaran. Jangan kalian mendatangi isteri-isteri melalui anus mereka,” (HR Imam Syafi’i).

Atas dasar ini kemudian dikatakan bahwa suami boleh menikmati semua kenikmatan dengan isteri kecuali lingkaran di sekitar anusnya atau melakukan hubungan seks melalui dubur.

يَجُوزُ لِلزَّوْجِ كُلُّ تَمَتُّعٍ مِنْهَابِمَا سِوَىَ حَلْقَةِ دُبُرِهَا وَلَوْ بِمَصِّ بَظْرِهَا 

Artinya, “Diperbolehkan bagi seorang suami untuk bersenang-senang dengan isteri dengan semua model kesenangan (melakukan semua jenis aktivitas seksual) kecuali lingkaran di sekitar anusnya, walaupun dengan menghisap klitorisnya,” (Lihat Zainudin Al-Malibari, Fathul Mu’in, Jakarta-Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cet ke-1, 1431 H/2010 M, halaman 217).

Pandangan serupa juga dikemukakan oleh Asbagh, salah seorang ulama dari kalangan madzhab Maliki yang menyatakan bahwa suami boleh menjilati kemaluan isterinya. Hal ini sebagaimana dikemukakan al-Qurthubi dalam tafsirnya.

وَقَدْ قَالَ أَصْبَغُ مِنْ عُلَمَائِنَا: يَجُوزُ لَهُ أَنْ يَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ

Artinya, “Ashbagh salah satu ulama dari kalangan kami (Madzhab Maliki) telah berpendapat, boleh bagi seorang suami untuk menjilati kemaluan isteri dengan lidahnya,” (Lihat al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, Kairo-Darul Hadits, 1431 H/2010 M, juz XII, halaman 512).

Namun menurut Qadli Abu Ya’la salah seorang ulama garda terdepan di kalangan madzhab Hanbali berpandangan bahwa aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan sebelum melakukan hubungan badan (jima’). Demikian sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Kasyful Mukhdirat war Riyadlul Muzhhirat li Syarhi Akhsaril Mukhtasharat yang ditulis oleh Abdurrahman bin Abdullah al-Ba’ali.

وَقَالَ ( القَاضِي ) : يَجُوزُ تَقْبِيلُ الْفَرْجِ قَبْلَ الْجِمَاعِ وَيُكْرَهُ بَعْدَهُ

Artinya, “Al-Qadli Abu Ya’la al-Kabir berkata, boleh mencium vagina isteri sebelum melakukan hubungan badan dan dimakruhkan setelahnya,” (Lihat Abdurrahman bin Abdullah al-Ba’li al-Hanbali, Kasyful Mukhdirat, Bairut-Dar al-Basya`ir al-Islamiyyah, 1423 H/2002 M, juz II, halaman 623).

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi para suami, gaulilah isteri dengan baik dan bersikaplah lembut kepadanya, niscaya isteri akan tambah sayang kepada suami. Demikian sebaliknya. Para istri juga boleh menikmati hubungan seksual dengan suaminya di bagian manapun dengan catatan tidak melanggar ketentuan di atas. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
Wassalamu’alaikum wr. wb

Lihat Asli : (Mahbub Ma’afi Ramdlan) - NU.OR.ID
5 Macam Aurat Perempuan Menurut 4 Madzhab

Apkh hukum oral sex, Apa Hukum Oral Sex.? (menjilati klitoris istri), hukum oral sex, hukum oral sex dalam islam hukum oral sex dalam pandangan islam hukum oral sex ketika puasa hukum oral sex menurut ulama salaf hukum oral sex dan menelan sperma hukum oral sex menurut syariat islam hukum oral seks antara suami isteri hukum oral seks menurut agama islam hukum oral sex menurut ajaran islam hukum oral sex dalam al quran hukum oral sex di agama islam apa hukum oral sex menurut islam apa hukum oral sex dan menelan sperma apakah hukum oral sex dalam islam hukum oral sex bagi suami istri hukum oral sex bagi yang belum menikah hukum oral sex bagi suami istri dalam islam hukum oral sex bukan muhrim hukum oral sex bagi pasutri hukum oral sex bagi pasangan suami istri hukum oral sex belum menikah hukum oral seks bagi yang belum menikah hukum oral seks bukan muhrim hukum seks oral bersama suami hukum oral sex firanda.com cara hukum oral sex dalam islam hukum oral sex dan menelan sperma dalam islam hukum oral sex dengan istri menurut islam hukum oral sex dalam syariat islam hukum oral sex di bulan ramadhan hukum oral sex dalam kristen hukum oral sex diluar nikah hukum oral sex rumah fiqih hukum oral sex dalam fiqih hukum fiqih oral sex hukum oral sex saat haid hukum oral sex ketika haid hukum oral seks ketika haid hukum oral seks halal hukum oral sex dalam islam halal atau haram hukum oral sex saat istri sedang haid hukum oral sex islam hukum oral sex istri hukum oral sex secara islami hukum oral seks ketika istri haid hukum oral seks islampos hukum oral sex suami istri dalam islam hukum oral sex suami istri menurut islam hukum oral sex ketika istri haid hukum oral sex kepada istri hukum oral seks ketika puasa hukum oral seks ketika nifas hukum oral seks dengan kondom hukum oral sex dengan kondom hukum oral sex menurut islam hukum oral sex menurut salaf hukum oral sex menurut nu hukum oral sex menurut sunnah hukum oral sex menurut madzhab syafi'i hukum oral sex menurut ulama hukum oral sex menurut kristen hukum oral seks sebelum nikah hukum oral sex saat nifas hukum oral sex sebelum nikah hukum oral sex menurut nahdlatul ulama apa hukum nya oral sex hukum oral sex menurut ulama nu apa hukum nya oral sex dalam islam hukum oral sex oleh istri hukum oral seks oleh istri hukum oral sex pada islam hukum oral sex pasutri hukum oral sex pada suami istri hukum oral sex pakai kondom hukum oral sex pada wanita hukum oral seks pada bulan ramadhan hukum oral sex saat puasa hukum oral sex rumaysho hukum oral seks rumaysho hukum oral sex dibulan ramadhan hukum oral sex suami istri hukum oral sex suami hukum oral sex sunnah hukum oral sex sebelum menikah hukum oral sex terhadap istri hukum islam terhadap oral sex hukum tentang oral sex hukum islam tentang oral sex hukum islam tentang oral sex suami istri hukum islam ttg oral sex hukum agama tentang oral sex hukum dalam islam tentang oral sex hukum agama islam tentang oral sex hukum oral sex untuk suami istri dalam islam hukum oral sex untuk suami istri hukum oral seks untuk wanita hukum seks oral ustaz azhar hukum islam untuk oral sex hukum oral sex wanita www.hukum oral sex dalam islam hukum oral sex dalam islam 2010 hukum oral sex dan 69 Nice Information and Good Actul Post. Thanks for helfull me Guys.. 4 Pilar Ekonomi Syariah Hukum Aqiqah 4 Madzhab Bahaya Penyakit Dia 6 Anjuran Kejang-Kejang Nice information and good Idea.. Best on the week Mengenal Penyakit Bronkitis Mengucapkan 'Alaihissalam saat sholat Jurnal Bahasa Arab Apakah Oral Sex Hadats Besar.? Cara Menyembuhkan Muntaber Good Idea this blog is verry nice, Thanks for information and good Site and The best Author Obat Hernia Cara Mengobati Buah Zakar Besar Sebelah CaraMengobatiHerniapadaBayi Obat Hidrokel Obat Herbal Hernia Obat Turun Berok Obat Hernia Bayi Obat Hernia Anak Obat Hidrokel Anak Cara Menyembuhkan Hidrokel Baja Ringan Tangerang Penjual Baja Ringan di Tangerang

Thursday, 7 December 2017

Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.? (memasukkan dzakar ke mulut)

Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?

Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.? (memasukkan dzakar ke mulut)

Assalamu'alaikum.
Kalau suami istri melakukan oral sex (memasukkan dzakar ke mulut) apakah sudah hadats besar? Mohon bantuan jawabannya. Jazaakumullah.

(Dari Abdul Aziz Usulkhan Pertamanan)

Jawaban:

Wa alaikum salam.

Tergantung keadaannya setelah melakukan oral sex ia mengeluarkan mani atau tidak. Jika tidak mengeluarkan mani maka tidak termasuk hadats besar, sebab mulut bukan termasuk lubang yang mewajibkan mandi bila dimasuki alat kelamin. Dan apabila suami sampai keluar mani maka hanya suami saja yang wajib mandi.
Wallahu a'lam.

Dijawab oleh : Al Murtadho (Via : FIKIH KONTEMPORER)

Lihat Juga : Apa Hukum Oral Sex Dalam Islam.?

Referensi:

 Al Umm juz 1 hal. 37


ولو نال من امرأته ما دون أن يغيبه في فرجها ولم ينزل لم يوجب ذلك غسلا ولا نوجب الغسل إلا أن يغيبه في الفرج نفسه أو الدبر فأما الفم أو غير ذلك من جسدها فلا يوجب غسلا إذا لم ينزل
Keyword :
Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, Apakah Oral Sex Menyebabkan Hadats Besar.?, hukum oral sex dalam islam hukum oral sex dalam pandangan islam hukum oral sex ketika puasa hukum oral sex menurut ulama salaf hukum oral sex dan menelan sperma hukum oral sex menurut syariat islam hukum oral seks antara suami isteri hukum oral seks menurut agama islam hukum oral sex menurut ajaran islam hukum oral sex dalam al quran hukum oral sex di agama islam apa hukum oral sex menurut islam apa hukum oral sex dan menelan sperma apakah hukum oral sex dalam islam hukum oral sex bagi suami istri hukum oral sex bagi yang belum menikah hukum oral sex bagi suami istri dalam islam hukum oral sex bukan muhrim hukum oral sex bagi pasutri hukum oral sex bagi pasangan suami istri hukum oral sex belum menikah hukum oral seks bagi yang belum menikah hukum oral seks bukan muhrim hukum seks oral bersama suami hukum oral sex firanda.com cara hukum oral sex dalam islam hukum oral sex dan menelan sperma dalam islam hukum oral sex dengan istri menurut islam hukum oral sex dalam syariat islam hukum oral sex di bulan ramadhan hukum oral sex dalam kristen hukum oral sex diluar nikah hukum oral sex rumah fiqih hukum oral sex dalam fiqih hukum fiqih oral sex hukum oral sex saat haid hukum oral sex ketika haid hukum oral seks ketika haid hukum oral seks halal hukum oral sex dalam islam halal atau haram hukum oral sex saat istri sedang haid hukum oral sex islam hukum oral sex istri hukum oral sex secara islami hukum oral seks ketika istri haid hukum oral seks islampos hukum oral sex suami istri dalam islam hukum oral sex suami istri menurut islam hukum oral sex ketika istri haid hukum oral sex kepada istri hukum oral seks ketika puasa hukum oral seks ketika nifas hukum oral seks dengan kondom hukum oral sex dengan kondom hukum oral sex menurut islam hukum oral sex menurut salaf hukum oral sex menurut nu hukum oral sex menurut sunnah hukum oral sex menurut madzhab syafi'i hukum oral sex menurut ulama hukum oral sex menurut kristen hukum oral seks sebelum nikah hukum oral sex saat nifas hukum oral sex sebelum nikah hukum oral sex menurut nahdlatul ulama apa hukum nya oral sex hukum oral sex menurut ulama nu apa hukum nya oral sex dalam islam hukum oral sex oleh istri hukum oral seks oleh istri hukum oral sex pada islam hukum oral sex pasutri hukum oral sex pada suami istri hukum oral sex pakai kondom hukum oral sex pada wanita hukum oral seks pada bulan ramadhan hukum oral sex saat puasa hukum oral sex rumaysho hukum oral seks rumaysho hukum oral sex dibulan ramadhan hukum oral sex suami istri hukum oral sex suami hukum oral sex sunnah hukum oral sex sebelum menikah hukum oral sex terhadap istri hukum islam terhadap oral sex hukum tentang oral sex hukum islam tentang oral sex hukum islam tentang oral sex suami istri hukum islam ttg oral sex hukum agama tentang oral sex hukum dalam islam tentang oral sex hukum agama islam tentang oral sex hukum oral sex untuk suami istri dalam islam hukum oral sex untuk suami istri hukum oral seks untuk wanita hukum seks oral ustaz azhar hukum islam untuk oral sex hukum oral sex wanita www.hukum oral sex dalam islam hukum oral sex dalam islam 2010 hukum oral sex dan 69 hadas besar adalah hadas besar contoh hadas besar niat hadats besar ketika berpuasa hadats besar hadats besar dan kecil hadats besar adalah hadats besar sebelum puasa hadas besar wanita hadats besar disucikan dengan apakah hadats besar hukum hadats besar ketika sahur dalil hadats besar hadas besar artinya hadas besar apa saja hadas besar ada berapa apakah hadats besar membatalkan puasa arti hadats besar hadas besar boleh baca quran hadas besar berpuasa hadas besar boleh puasa hadas besar baca quran hadas besar bagi wanita hadas besar boleh berpuasa hadas besar contohnya contoh hadas kecil dan besar contoh hadats besar dan cara mensucikannya cara hadas besar contoh hadas besar adalah hadas besar dan puasa hadas besar dan dalilnya hadas besar dalam bulan puasa hadas besar dan cara mensucikannya hadas besar di bulan puasa hadas besar dengan tayamum hadas besar di bulan ramadhan hadas besar dan kecil adalah hadas besar haid hadas besar dan hadats kecil hadats besar dan hadats kecil hukum hadats besar ketika puasa hadas besar in english hadas besar itu apa hadas besar junub jenis hadas besar hadas besar ke kubur hadas besar ketika sakit hadas besar kecil hadas kecil besar hadas besar lelaki hadas besar laki laki larangan hadats besar hadas besar masuk masjid hadas besar masuk surau hadas besar maksud hadas mandi besar hadas besar membatalkan puasa mandi hadats besar membersihkan.hadas besar macam hadats besar macam2 hadats besar menghilangkan hadats besar hadas besar nifas hadats besar puasa penyebab hadats besar pengertian hadas besar penyebab hadats besar dan kecil perbedaan hadats besar dan kecil hadas besar ramadhan hadas besar rumi hadas besar setelah sahur cara mandi hadas besar setelah haid hadas besar saat puasa berpuasa saat hadats besar hadas besar saat sahur hadas besar sholat niat mandi hadats besar setelah haid hadas besar tidak boleh masuk masjid hadas besar tiada air hadas besar tanpa air hadas besar tayamum hadas besar tidak sah puasa thaharah hadats besar hadas besar wiladah hadas besar waktu puasa cara mandi hadas besar yang benar cara mandi hadas besar yg benar hadas besar ziarah kubur Obat Hernia Cara Mengobati Buah Zakar Besar Sebelah CaraMengobatiHerniapadaBayi Obat Hidrokel Obat Herbal Hernia Obat Turun Berok Obat Hernia Bayi Obat Hernia Anak Obat Hidrokel Anak Cara Menyembuhkan Hidrokel Baja Ringan Tangerang Penjual Baja Ringan di Tangerang