Jangan Apatis dan Dayus.! Allah pun Tak Akan Menolongmu

Jangan Apatis dan Dayus.! 
Allah pun Tak Akan Menolongmu
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Terima Kasih telah mengunjungi blog طَلَبُ الْعَلْمِ semoga apa yang anda cari ada di blog ini. Semoga blog ini bisa membantu anda untuk terus menuntut ilmu dan juga keberkahan di dalamnya.

Jangan Apatis dan Dayus.!  Allah pun Tak Akan Menolongmu, adalah sebuah judul yang saya buat atas jawaban dari sebuah kegelisahan saya ketika melihat keadaan jaman dan juga perubahannya. Sikap Apatis dan Dayus adalah sikap yang sama, menolak perubahan dan tidak pula melakukan perubahan yang sejatinya bersikap acuh tak acuh dan masa bodoh dengan keadaan disekitarnya, bahkan dengan agamanya sendiri. 

Sebagaimana telah di jelaskan dalam Surah Ali-Imran : 104, Bahwasannya Allah S.W.T Berfirman :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-Imran : 104),

Siapakah seseorang yang Apatis itu.?


Apatis adalah suatu sikap acuh tak acuh (masa bodoh) dengan sesutu yang ada disekitarnya. Dalam konteks bahasan kita kali ini akan menerangkan tentang apatis dalam perkara ber-agama dan juga tentang kepedulian kita terhadap agama kita.



Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهِ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ
Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).

Ayat di atas sudah jelas dan suatu sumber hukum sebagai hukuman untuk orang yang apatis, yaitu orang-orang yang membiarkan kemungkaran merajalela tanpa ia mengkhawatirkannya. Oleh karenanya Allah akan mengazabnya yang umum maupun khusus.

Hal ini dikarekan mereka mengingkari tuntunan dan perintah Allah S.W.T melalui Rasulullah S.A.W, yaitu :


عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

[رواه مسلم]


Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  bersabda: “Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (Riwayat Muslim)

Perhatikan juga artikel kami tentang  Dakwah Tak Selalu Harus Ceramah.

Siapakah Seseorang yang DAYUS itu.?

Dayus adalah sikap seolah-olah tidak mempunyai kepedulian dan tidak pula cemburunya seseorang kepada keluarganya, padahal keluarganya adalah orang-orang yang berbuat kemungkaran, sedangkan ia hanya melihat tanpa merubahnya.

Nabi Muhammad S.A.W Bersabda :

وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله 
Artinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah SAW berkata: "Tiga yang tidak masuk surga selamanya yaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai pria dan orang yang kecanduan alkohol" lalu sahabat berkata: Wahai Rasulullah, kami telah mengerti arti orang yang kecanduan miras, tetapi apakah itu DAYUS? , Mengatakan nabi: "Yaitu orang yang tidak mempedulikan siapa yang masuk bertemu dengan ahlinya (isri dan anak-anaknya) (Riwayat At-Tabrani)


Nabi S.A.W bersabda :

ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه، والمترجلة، والديوث. رواه أحمد والنسائي
Artinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat (bermakna tiada bantuan dari dikenakan azab) mereka di hari kiamat : Si penderhaka kepada ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki DAYUS" ( Riwayat Ahmad & An-Nasaie : Albani mengesahkannya Sohih  : Ghayatul Maram, no 278 ).

Naudzubillah, Semoga kita terhindar dari sifat-sifat tersebut.

Apakah cara agar kita terhindar dari sikap dayus.? Cara yang terbaik Ialah mulai sadar lingkungan dan mulai memperdulikannya. Mulai lah untuk berdakwah dan mulai lah merubah sebuah kemungkaran.


Jangan Apatis dan Dayus.!  Allah pun Tak Akan Menolongmu
Jangan Apatis dan Dayus.!  Allah pun Tak Akan Menolongmu

Tahapan Merubah Kemungkaran

  • Memberikan kesedaran dan pemahaman. Allah swt. Berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (at-Taubah: 115)
  • Menyampaikan nasihat dan pengarahan. Jika penjelasan dan maklumat tentang ketentuan-ketentuan Allah yang harus ditaati sudah disampaikan, maka langkah berikutnya adalah menasihati dan memberikan bimbingan. Cara ini dilakukan Rasulullah terhadap seorang pemuda yang ingin melakukan zina dan terhadap orang Arab yang kencing di Masjid.
  • Peringatan keras atau kecaman. Hal ini dilakukan jika ia tidak menghentikan perbuatannya dengan sekadar kata-kata lembut dan nasihat halus. Dan ini boleh dilakukan dengan dua syarat: memberikan kecaman hanya manakala benar-benar dibutuhkan dan jika cara-cara halus tidak ada pengaruhnya. Dan, tidak mengeluarkan kata-kata selain yang yang benar dan ditakar dengan kebutuhan.
  • Dengan tangan atau kekuatan. Ini bagi orang yang memiliki walayah (kekuasaan, kekuatan). Dan untuk melakukan hal ini ada dua catatan, yakni: catatan pertama, tidak secara langsung melakukan tindakan dengan tangan (kekuasaan) selama ia dapat menugaskan si pelaku kemungkaran untuk melakukannya. Jadi, janganlah si pencegah kemungkaran itu menumpahkan sendiri arak, misalnya, selama ia boleh memerintahkan peminumnya untuk melakukannya. Catatan kedua, melakukan tindakan hanya sebatas keperluan dan tidak boleh berlebihan. Jadi, kalau bisa dengan menarik tangannya, tidak perlu dengan menarik janggotnya.
  • Menggunakan ancaman pemukulan. Ancaman diberikan sebelum terjadi tindakannya itu sendiri, selama itu mungkin. Dan ancaman tentu saja tidak boleh dengan sesuatu yang tidak dibenarkan untuk dilakukan. Misalnya, “Kami akan telanjangi kamu di jalan,” atau “Kami akan menawan isterimu,” atau “Kami akan penjarakan orangtua kamu.” (Lebih lanjut lihat Fahmul-Islam Fi Zhilalil-Ushulil-‘Isyrin, Jum’ah Amin ‘Abdul-‘Aziz, Darud-Da’wah, Mesir).
Jadi, Yuk ah mulai peduli dengan keadaan sekitar, wabil khususnya terhadap agama kita. Hindari sikap ragu dan mulai lah berdakwah, Ingat.!  Dakwah Tak Selalu Harus Ceramah.
Semoga bermanfa'at, jangan lupa untuk tebarkan semangat menambah pahala dengan men-share artikel ini. Semoga menjadi Amal Shaleh bagi para penulis, pemberita dan juga para pembaca.
Wallahu'Alam. Walhamdulillah.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraakaatuh.

Daftar Pustaka :
Zaharudin,2007. SIAPA LAKI-LAKI DAYUS MENURUT ISLAM. Online (http://zaharuddin.net/lelaki-&-wanita/546-siapa-lelaki-dayus-menurut-islam-.html, diakses pada 18 July 2007)

Rokhmat S. Labib, M.E.I., 2007. MEMBIARKAN KEMUNGKARAN MENGUNDANG SIKSAAN. Online, (https://hizbut-tahrir.or.id/2007/04/01/membiarkan-kemungkaran-mengundang-siksaan/, iakses pada 1 April 2007)

Mufias, 2012. HADITS 34 - MERUBAH KEMUNGKARAN. Online. (http://dakwah.info/quran-hadis/hadis-34-merubah-kemungkaran/, diakses pada December 3, 2012).

Lihat Artike Lainnya :

Keyword :
Apatis, Dayus, Jayus, Acuh Tak Acuh, Masa Bodoh, Hukuman bagi orang Apatis, Hukan Bagi orang dayus, jangan dayus, jangan apatis,

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »